Abaikan Lonjakan Corona, Warga Thailand Gelar Demo Antipemerintah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 18:35 WIB
The marches came on the 89th anniversary of the Siamese Revolution -- the uprising that transformed Thailand from an absolute monarchy to a constitutional monarchy (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)
Aksi protes diawali dengan seremoni penyalaan lilin saat subuh (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Salah satu pemimpin mahasiswa, Parti 'Penguin' Chiwarak, yang sempat didakwa atas pencemaran nama baik kerajaan dan dibebaskan dengan jaminan bulan lalu, juga ikut dalam aksi protes terbaru. Salah satu demonstran mengenakan pakaian mirip Patung Libery di Amerika Serikat (AS) dan para demonstran lainnya membakar konstitusi palsu -- saat parlemen Thailand sedang membahas amandemen konstitusi.

"Tuntutan kami tidak akan diturunkan ... Konstitusi harus datang dari rakyat," teriak salah satu demonstran bernama Jatupat 'Pai' Boonpattararaksa.

Sejumlah demonstran lainnya membawa poster bertuliskan 'hapus 112' yang merujuk pada undang-undang penghinaan kerajaan yang memiliki ancaman hukuman 15 tahun penjara bagi siapa saja yang terbukti bersalah menghina Kerajaan Thailand.

Aksi protes serupa juga direncanakan digelar di wilayah lainnya, mulai dari kota wisata Chiang Mai di utara hingga Provinsi Nakhon Si Thammarat di selatan.

Unjuk rasa terbaru ini digelar saat Thailand mencatat total 228.500 kasus Corona, dengan 1.744 kematian, di wilayahnya.


(nvc/ita)