Abaikan Lonjakan Corona, Warga Thailand Gelar Demo Antipemerintah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 18:35 WIB
The marches came on the 89th anniversary of the Siamese Revolution -- the uprising that transformed Thailand from an absolute monarchy to a constitutional monarchy (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)
Aksi protes diawali dengan seremoni penyalaan lilin saat subuh (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)
Bangkok -

Ratusan demonstran tetap menggelar unjuk rasa di Bangkok, Thailand, untuk menyerukan pengunduran diri pemerintah. Aksi protes antipemerintah ini tetap digelar meskipun ada peringatan soal lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) di Thailand.

Seperti dilansir AFP, Kamis (24/6/2021), aksi protes terbaru ini digelar saat peringatan 89 tahun Revolusi Siam -- pemberontakan yang mengubah Thailand dari monarki absolut menjadi monarki konstitusional.

Ibu kota Bangkok diwarnai unjuk rasa nyaris setiap hari menentang pemerintahan Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-O-Cha pada paruh kedua tahun 2020 lalu, namun gerakan pro-demokrasi sedikit mereda setelah wabah Corona merebak dan para pemimpin mahasiswa dijebloskan ke penjara.

Otoritas Thailand membatasi acara perkumpulan publik saat negara ini berjuang menghadapi gelombang ketiga Corona, dengan tambahan kasus melebihi 3.000 kasus setiap harinya.

Meski ada peringatan dari polisi setempat, ratusan orang berkumpul di Monumen Demokrasi yang terletak di persimpangan jalan utama kota Bangkok. Para demonstran kemudian melakukan pawai ke arah Gedung Parlemen untuk memprotes pemerintahan PM Prayuth.

Beberapa demonstran bahkan berkumpul sejak subuh untuk mengikuti seremoni penyalaan lilin. Salah satunya adalah Som, seorang pelajar berusia 16 tahun yang mengakui dirinya tidak khawatir dengan risiko Corona.

"Kami tidak pernah memiliki demokrasi yang sesungguhnya," ucap Som kepada AFP. "Negara ini tidak akan ke mana-mana," imbuhnya.