7.200 PMI Bermasalah di Malaysia Akan Dideportasi Mulai Besok

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 14:55 WIB
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dalam proses pemulangan,  di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 dengan dikawal petugas Imigrasi Malaysia dan pejabat KBRI Kuala Lumpur, Sabtu (10/10/2020). Sebanyak 500 pekerja dipulangkan dengan tujuan Surabaya, Jakarta dan Medan karena masa tahanannya sudah habis. ANTARA Foto/Agus Setiawan/hp.
Ilustrasi, PMI (Foto: AGUS SETIAWAN)
Kuala Lumpur -

Sebanyak 7.200 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia akan dideportasi secara bertahap mulai besok. Para PMI yang dideportasi ini tercatat bermasalah sehingga dilakukan proses penegakan hukum oleh Pemerintah Malaysia.

"Bertahap mulai besok, jadi ada sekitar 7200-7300 PMI yang bermasalah di Malaysia itu yang akan kembali ke Indonesia. Nah memang mereka ini kan bermasalah, mungkin paspornya kemudian pokoknya mereka bermasalah sehingga mereka dideportasi oleh Pemerintah Malaysia," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri saat dihubungi, rabu (23/6/2021).

"Dipulangkan ke Indonesia itu memang bagian dari proses penegakan hukum dari pihak Pemerintah Malaysia," sambungnya.

Femmy menerangkan skema pemulangan PMI ini akan dilakukan dua tahap yakni pada Kamis (24/6) besok dan Minggu (27/6) mendatang.

"Jadi ada 293 WNI bermasalah dari kelompok rentan yang akan dipulangkan terlebih dahulu, itu akan dipulangkan dalam dua tahap, besok tanggal 24 dan tanggal 27, dari kelompok rentan ada perempuan, yang lansia, ada juga yang sakit kemudian ada juga yang sedang hamil dan macam-macam," ungkapnya.

Lebih lanjut, Femmy menyebut ada 145 PMI bermasalah yang akan dipulangkan besok. Sementara, 148 PMI lainnya menyusul pada 27 Juni.

Femmy menerangkan proses pemulangan PMI bermasalah ini dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19 yang sangat ketat. Mereka terlebih dahulu dites PCR sebelum dipesankan tiket pesawat.

"Pasti (karantina), tapi itu tidak sekaligus, tergantung dari kesiapan kita. Indonesia ini kan masa pandemi COVID ya, mereka pun pulang ke sini harus di PCR terlebih dahulu sebelumnya. Jadi tidak main pulang aja, tidak boleh. Harus dites PCR, setelah negatif baru dipesankan tiket pesawat ke Indonesia," ungkap Femmy.

"Mereka nanti langsung semuanya ini yang tahap pertama ini semuanya langsung ke Soekarno Hatta, dari situ harus, mereka kan harusnya negatif nih, negatif jadi surat-surat langsung dikirimkan semua ke Indonesia lewat perwakilan RI di Malaysia dikirimkan ke Indonesia, bahwa jadi memastikan bahwa mereka ini tidak ada yang positif COVID, semuanya negatif COVID," imbuhnya.

Tonton juga video 'Blak-blakan Dubes RI di Malaysia: Pandemi dan Deportasi Ribuan TKI di Tengah Pandemi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/isa)