Korsel Campur Vaksin AstraZeneca dan Pfizer untuk Warganya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 15:16 WIB
Korea Selatan mulai gelar vaksinasi COVID-19 massal hari ini. Dilansir dari AP, ribuan penduduk akan menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 Astrazeneca.
Ilustrasi -- Vaksinasi Corona di Korea Selatan (dok. AP/Jung Yeon-je)
Seoul -

Sekitar 760.000 warga Korea Selatan (Korsel) yang telah menerima dosis pertama suntikan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan AstraZeneca akan ditawari vaksin Pfizer-BioNTech sebagai dosis kedua mereka.

Opsi ini diambil otoritas Korsel karena adanya penundaan pengiriman oleh program berbagi vaksin global, COVAX. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (18/6/2021).

Beberapa negara, termasuk Kanada dan Spanyol, telah menyetujui pencampuran dosis vaksin Corona semacam itu yang sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran pembekuan darah yang langka dan berpotensi fatal terkait vaksin AstraZeneca.

Sebuah penelitian Spanyol mendapati bahwa memberikan dosis suntikan vaksin Pfizer-BioNTech kepada orang-orang yang sudah menerima dosis vaksin AstraZeneca sangat aman dan efektif, menurut hasil awal.

Sekitar 835.000 dosis vaksin AstraZeneca dari COVAX dijadwalkan tiba pada akhir Juni ini, yang rencananya akan digunakan Korsel sebagai dosis kedua bagi sekitar 760.000 tenaga medis yang telah menerima dosis pertama pada April lalu.

Pengiriman pasokan vaksin yang tertunda diperkirakan akan tiba pada Juli atau lebih lambat dari itu. Pasokan cadangan vaksin AstraZeneca milik Korsel telah digunakan untuk memenuhi partisipasi yang lebih kuat dari yang diperkirakan dalam program vaksinasi.

Lebih dari 27 persen dari total 52 juta jiwa populasi Korsel telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Corona hingga Kamis (17/6) waktu setempat. Negara ini berada dalam jalur untuk memenuhi target 70 persen persen warga divaksinasi pada September mendatang, dan mencapai herd immunity sebelum November.

Tonton juga Video: Momen Presiden Korsel Disuntik Vaksin AstraZeneca

[Gambas:Video 20detik]