Presiden Pertama Zambia Berjuluk Mahatma Gandhi dari Afrika Meninggal Dunia

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 05:04 WIB
(FILES) In this file photo taken on June 02, 1998 Former Zambian President Kenneth Kaunda introduces his next song to wellwishers who visited him on his first day of freedom in his Lusaka home. - Zambias founding president Kenneth Kaunda died on June 17, 2021 at the age of 97, the government announced, days after he was admitted to hospital with pneumonia. (Photo by ODD ANDERSEN / AFP)
Foto: Presiden Pertama Zambia Kenneth Kaunda meninggal dunia (AFP/ODD ANDERSEN)
Zambia -

Presiden pertama Zambia, Kenneth Kaunda meninggal dunia di usia 97 tahun. Pemerintah mengumumkan langsung kabar duka tersebut.

Dilansir AFP, Jumat (18/6/2021), Kenneth meninggal dunia usai menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita pneumonia. Pemerintah Zambia mengumumkan 21 hari berkabung nasional untuk menghormati jasa Kenneth.

Di masa berkabung, pemerintah juga meminta kepada setiap wilayah untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Ucapan duka juga disampaikan Presiden Zambia Edgar melalui akun Facebooknya.

"Anda telah pergi pada waktu yang paling tidak kami duga," kata Edgar.

Edgar menggambarkan sosok Kenneth merupakan sebagai seorang Afrika Sejati. Sekretaris kabinet Simon Miti mengatakan dalam sebuah pidato di televisi publik, Kenneth meninggal dunia dengan tenang.

Kenneth menjadi Presiden Zambia selama 27 tahun. Dia menjadi presiden pertama sejak Oktober 1964 setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris.

Kaunda memerintah Zambia selama 27 tahun, mengambil alih kepemimpinan setelah negara itu memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada Oktober 1964.

Saat berkuasa, ia menjadi tuan rumah banyak gerakan yang memperjuangkan kemerdekaan atau kesetaraan kulit hitam di negara-negara lain di kawasan itu, termasuk Kongres Nasional Afrika (ANC) Afrika Selatan.

Julukan Gandhi dari Afrika

Kenneth mendapat julukan Mahatma Gandhi atau Gandhi dari Afrika. Hal itu karena dia memperjuangkan kemerdekaan tanpa melakukan kekerasan.

Popularitas Kenneth memudar. Hal itu terjadi setelah melarang adanya partai oposisi.

Kenneth menyerahkan kursi Presiden Zambia dalam pemilihan multi-partai pertama pada 1991. Kenneth kalah dari anggota serikat pekerja Fredrick Chiluba.

(man/man)