Bertemu Putin, Biden Ingatkan AS Tak Tolerir Campur Tangan Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 11:41 WIB
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling bertemu dan disambut Presiden Swiss, Guy Parmelin. Sebelum melakukan pertemuan kecil secara tertutup, Bidan dan Putin menyempatkan diri berjabat tangan.
Momen Biden dan Putin berjabat tangan (Screenshot/Associated Press)

Disebutkan juga oleh Biden bahwa dirinya memberitahu Putin bahwa: "Infrastruktur kritis tertentu seharusnya dilarang untuk diserang -- titik -- baik melalui dunia maya atau cara lain. Saya telah memberinya daftar."

Dalam pertemuan itu, kedua kepala negara sepakat untuk menugaskan para ahli untuk membantu membangun kesepahaman bersama 'soal apa yang dilarang' dan 'untuk menindaklanjuti kasus-kasus spesifik yang berasal dari negara-negara lain, juga di salah satu negara kita'.

"Negara yang bertanggung jawab perlu mengambil tindakan terhadap penjahat yang melakukan aktivitas ransomware di wilayah mereka," tegas Biden.

Lebih lanjut, Biden juga menekankan kepada Putin bahwa AS memiliki 'kemampuan siber yang signifikan' dan Putin mengetahui itu. "Saya pikir hal terakhir yang dia inginkan sekarang adalah Perang Dingin," cetusnya.

Tak lupa, Biden juga membahas soal komentar Putin yang terkesan membenarkan penindakan tegas terhadap tokoh-tokoh oposisi Rusia dengan mengutip kebutuhan menghindari situasi seperti penyerbuan Gedung Capitol AS pada Januari lalu. "Itu perbandingan yang konyol," sebutnya.

"Adalah satu hal bagi penjahat untuk menerobos penjagaan, masuk ke Capitol, membunuh seorang polisi dan dimintai pertanggungjawaban, daripada orang-orang yang keberatan, menggelar aksi ke Capitol dan mengatakan Anda tidak mengizinkan saya bicara dengan bebas," tandas Biden.


(nvc/ita)