Hadapi Rusia-China, Joe Biden Galang Dukungan Uni Eropa

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 12:44 WIB
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa pada Selasa (15/06) di Brussels, Belgia.

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin Uni Eropa sangat menginginkan gencatan senjata dalam perang dagang yang dimulai di bawah pemerintahan Donald Trump, dan berharap dapat menyelesaikan sengketa subsidi pesawat yang telah berlangsung selama 17 tahun.

Dunia 'berubah total'

Di awal KTT Brussels, Biden mengutip penyair Irlandia W. B. Yeats, dengan mengatakan: "Dunia telah berubah, berubah total." Referensinya terkait perubahan merujuk pada pandemi COVID-19 dan perubahan iklim.

Duduk dengan pejabat kabinet AS, Biden mengatakan kepada para pemimpin Uni Eropa bahwa kerja sama adalah "jawaban terbaik untuk menghadapi perubahan ini."

Kesepakatan tentang subsidi pesawat

Biden bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel membahas solusi sementara terkait subsidi yang diberikan masing-masing pihak untuk raksasa manufaktur pesawat Boeing dan Airbus.

Von der Leyen menyambut baik terobosan tersebut. "Ini benar-benar membuka babak baru dalam hubungan kami, karena kami beralih dari litigasi ke kerja sama di pesawat - setelah 17 tahun berselisih," katanya.

Perwakilan Dagang AS Katherine Tai mengatakan kesepakatan itu akan menangguhkan bea masuk selama lima tahun. Dia mengatakan pungutan tersebut dapat diterapkan kembali jika perusahaan AS tidak dapat "bersaing secara adil" dengan perusahaan-perusahaan di Eropa.

Biden mengatakan kesepakatan itu akan membantu menghadapi persaingan Cina. Dalam pernyataan sebelumnya, Biden menegaskan akan "menantang dan melawan praktik non-pasar Cina di sektor penerbangan yang memberi perusahaan Cina keuntungan yang tidak adil."

KTT puncak Biden dan Putin

Pemimpin Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden dijadwalkan akan bertemu di Jenewa pada Rabu (16/06). Salah satu isu kunci yang akan dibahas dalam pertemuan penting tersebut, yakni keluhan Washington atas aktivitas siber Moskow.

Belum lama ini Gedung Putih menyebut Rusia terlibat dalam serangan siber terhadap raksasa pemrosesan daging global JBS. Biden mengatakan Amerika Serikat "mencermati" langkah-langkah pembalasan.

Namun, Moskow selalu membantah klaim tersebut dan sebaliknya menuduh Washington mendukung kelompok oposisi yang menentang Kremlin dan mengatakan Barat secara finansial mendukung organisasi dan media yang kritis terhadap otoritas Rusia.

Menjelang KTT, Biden mengatakan akan menjadi "tragedi" jika lawan utama Putin, Alexei Navalny, mati. Biden akan mengulangi komitmen Washington untuk menjunjung "hak asasi manusia dan martabat" di KTT.

Sebaliknya, Putin menuding Washington melakukan "standar ganda" dan berusaha ikut campur dalam urusan dalam negeri Rusia. Dia membela pengunjuk rasa yang menyerbu Capitol, seraya mengatakan "mereka memiliki tuntutan politik yang sah."

ha/gtp (AP, AFP, Reuters)

(ita/ita)