Pembangkit Nuklir China Diisukan Alami Kebocoran, Benarkah?

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 13:58 WIB
A years-long Chinese-French project, the Taishan plant opened in 2018 PETER PARKS AFP/File
Ilustrasi -- PLTN Taishan yang beroperasi sejak tahun 2018 merupakan proyek gabungan China dan Prancis (PETER PARKS AFP/File)
Beijing -

Operator pembangkit nuklir di China menegaskan tengah memperbaiki 'masalah kinerja' pada fasilitas tersebut, dengan menyatakan emisi gas yang dihasilkan masih dalam batasan yang bisa diterima. Penegasan disampaikan setelah media Amerika Serikat (AS) melaporkan adanya potensi kebocoran di fasilitas itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/6/2021), laporan media terkemuka AS, CNN, menyebut pemerintah AS menghabiskan waktu sepekan terakhir untuk memeriksa laporan dugaan kebocoran di Pembangkit Listik Tenaga Nuklir Taishan di Provinsi Guangdong, China, setelah Framatome, perusahaan Prancis yang memiliki sebagian fasilitas itu, memperingatkan adanya 'ancaman radiologi segera'.

Namun salah satu pejabat AS, yang enggan disebut namanya dan dikutip oleh CNN, menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden meyakini fasilitas nuklir itu belum berada pada 'level krisis'.

EDF, yang merupakan pemilik utama Framatome, menyatakan bahwa reaktor nomor satu pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) itu mengalami penumpukan gas mulia pada sirkuit primernya, yang merupakan bagian dari sistem pendingin.

Namun seorang juru bicara EDF, yang tidak bersedia disebut namanya, bersikeras menyatakan masalah itu sedang ditangani.

"Kami tidak berada dalam skenario insiden dengan inti (reaktor nuklir) yang meleleh. Kami tidak berbicara soal kontaminasi, kami berbicara soal emisi yang dikontrol," tegasnya.

Gas mulia merupakan unsur yang memiliki reaktivitas kimia rendah -- dalam kasus ini jenisnya adalah xenon dan krypton. Disebutkan juru bicara itu bahwa kebocoran gas bisa terjadi setelah lapisan pada beberapa batang bahan bakar itu memburuk. Gas-gas dikumpulkan dan diolah sebagai bagian dari proses untuk memindahkan radioaktivitas sebelum dilepaskan, yang tergolong normal dan 'sesuai dengan regulasi'.

Framatome menegaskan dalam pernyataannya bahwa pembangkit nuklir itu beroperasi 'di dalam paramater keamanan' meskipun mengalami 'masalah kinerja'. EDF dilaporkan menggelar rapat luar biasa untuk jajaran direktur pembangkit nuklir untuk membahas masalah itu.

Simak video 'Gambar Satelit Temukan Situs Rudal Nuklir Terbaru China':

[Gambas:Video 20detik]