12 Anggota Ikhwanul Muslimin Divonis Mati di Mesir

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 12:28 WIB
Ilustrasi sidang (Reuters)
ilustrasi (Foto: Reuters)
Jakarta -

Mahkamah Agung Mesir menguatkan hukuman mati untuk 12 anggota Ikhwanul Muslimin, mengakhiri persidangan terkait dengan pembunuhan massal 2013 oleh pasukan keamanan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (15/6/2021), vonis mati, termasuk terhadap dua pemimpin senior Ikhwanul tersebut, secara efektif mengakhiri kasus yang dimulai dengan lebih dari 600 terdakwa setelah penggulingan presiden Mohamed Morsi oleh militer tahun 2013.

Menyusul penggulingan Morsi di tengah protes massa terhadap pemerintahannya, para pendukung Ikhwanul Muslimin melakukan aksi duduk besar-besaran di Lapangan Rabaa Al-Adawiya di Kairo timur untuk menuntut kembalinya kekuasaan Morsi.

Bulan berikutnya, pasukan keamanan menyerbu lapangan tersebut dan membunuh sekitar 800 orang dalam satu hari.

Pihak berwenang mengatakan pada saat itu bahwa para pengunjuk rasa bersenjata dan pembubaran paksa merupakan tindakan kontra-terorisme yang vital.

Ini menandai dimulainya tindakan keras terhadap kelompok Ikhwanul dan oposisi sekuler di Mesir.

Mereka yang dijatuhi hukuman mati pada hari Senin (14/6) waktu setempat divonis karena "mempersenjatai geng kriminal yang menyerang penduduk dan melawan polisi serta memiliki senjata api ... amunisi ... dan bahan pembuat bom," kata Mahkamah Agung (MA) dalam putusannya.