Round Up

Masuk Daftar Teroris, Ikhwanul Muslimin Kembali Jadi Sorotan

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 23:16 WIB
Lambang Ikhwanul Muslimin (Akun Twitter resmi Muslim Brotherhood)
Foto: Lambang Ikhwanul Muslimin (Akun Twitter resmi Muslim Brotherhood)
Kairo -

Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) kembali menjadi sorotan setelah 50 pemimpinnya dimasukkan dalam daftar terorisme oleh pengadilan Mesir.

Para pemimpin kelompok seperti Abdel Moneim Abul Fotouh, Mahmoud Ezzat, Hassan Malek, Ahmed Abdel Moneim Abul Fotouh, dan Omar al-Saidi turut masuk dalam daftar dan ditetapkan sebagai teroris hingga lima tahun terhitung sejak pengadilan kriminal Kairo mengeluarkan putusan pada Senin (25/1).

Dilansir dari Egypt Independent, Kamis (28/1/2021), pengadilan kriminal juga menetapkan kembali IM dalam daftar kelompok terorisme. Di tahun 2013, otoritas Mesir telah melarang aktivitas IM, setelah menggulingkan pemerintahan mendiang Presiden Mohamed Morsi.

Tak hanya menetapkan 50 pemimpin dalam daftar teroris, pengadilan Mesir sebelumnya juga telah memerintahkan penyitaan aset milik mendiang presiden Mesir, Mohammed Mursi dan 88 anggota lainnya. Penyitaan dana juga dilakukan dan dialihkan kepada kas negara.

Keputusan pengadilan tersebut menyangkut gugatan yang diajukan oleh Komite Inventarisasi Dana IM, yang meminta mereka diizinkan untuk membagikan dana ke- 89 orang tersebut.

Gugatan itu mencakup semua ahli waris mendiang presiden Mohamed Morsi yang digulingkan, mantan Pembina Tertinggi IM, Mohamed Badea, dan wakilnya, Khairat al-Shater, dan para anggota serta sekutu kelompok tersebut: Safwat Hijazi, Mohamed al-Beltagy, Mohsen Rady, Asaad Sheikha, Abd al-Rahman al-Barr, Ayman Hodhod, dan banyak lagi.

"Pengadilan untuk Urusan Mendesak... memerintahkan penyitaan aset 89 pemimpin dan anggota Ikhwanul, dan mentransfernya ke Departemen Keuangan," tutur seorang sumber kehakiman Mesir, yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Senin (18/1/2021).