China Undang Penduduk Taiwan untuk Divaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 17:29 WIB
Foto kolase dari ilustrasi masker dan vaksin pfizer
ilustrasi (Foto: AP Photo)
Beijing -

Pemerintah China mengundang penduduk Taiwan untuk datang ke wilayahnya dan menerima suntikan vaksin virus Corona (COVID-19). China juga menyerukan Taiwan untuk menghapus hambatan dan mengizinkan penduduknya menerima vaksin Corona buatan China yang diklaim 'sangat efektif'.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (11/6/2021), China mengklaim secara demokratis menguasai Taiwan sebagai bagian wilayahnya, dan berulang kali menawarkan untuk mengirimkan pasokan vaksin Corona ke Taiwan, yang tengah menghadapi lonjakan kasus beberapa waktu terakhir.

Namun otoritas Taiwan menolak tawaran China itu karena mengkhawatirkan keamanan vaksin China dan belum memberikan izin penggunaan untuk vaksin China.

Dalam pernyataan terbaru, Kantor Urusan Taiwan di China menyebut vaksin China telah mendapatkan izin penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menegaskan vaksin China telah digunakan atau mendapat persetujuan oleh lebih dari 90 negara, menunjukkan keamanan dan efikasinya.

Bahkan Kantor Urusan Taiwan di China menyatakan bahwa penduduk Taiwan bisa datang ke wilayah China dan divaksinasi Corona, asalkan mereka benar-benar mematuhi langkah pengendalian pandemi yang berlaku di China.

Tidak hanya itu, Kantor Urusan Taiwan di China juga mendorong pemerintah Taiwan untuk 'dengan cepat menghapus hambatan buatan untuk vaksin (China) daratan yang dikirimkan ke Taiwan dan mengizinkan penduduk Taiwan untuk menerima vaksin daratan yang aman dan sangat efektif'.

Lebih lanjut disebutkan Kantor Urusan Taiwan di China bahwa sekitar 62.000 penduduk Taiwan telah divaksinasi di China hingga 31 Mei, meskipun banyak warga Taiwan yang tinggal dan bekerja di wilayah China daratan.

Di Taiwan, baru 3 persen dari total 23,5 juta jiwa penduduk Taiwan yang telah menerima setidaknya satu dosis suntikan vaksin Corona, meski jutaan dosis telah dipesan. Pekan lalu, Jepang memberikan 1,24 juta dosis vaksin AstraZeneca secara gratis dan Amerika Serikat (AS) menjanjikan akan menyumbangkan 750.000 dosis vaksin Corona, yang belum tiba di Taiwan sejauh ini.

Namun terlepas dari itu, tawaran China tampaknya tidak menarik perhatian warga Taiwan. Jajak pendapat yang dilakukan Universitas Chengchi Nasional di Taipei bulan lalu menunjukkan sebagian besar warga Taiwan tidak bersedia mendapatkan vaksin China.

Dalam pernyataan kepada Reuters, seorang pejabat keamanan Taiwan yang mengawasi aktivitas China menyebut tawaran terbaru itu menjadi contoh lain dari kampanye pengaruh dari China untuk mempengaruhi opini publik Taiwan.

"Ini mungkin menarik bagi beberapa orang, tapi masalahnya tidak banyak orang bisa membiayainya," sebut pejabat yang enggan disebut namanya itu, merujuk pada biaya yang dibutuhkan dan waktu yang diperlukan untuk menjalani karantina jika bepergian dari Taiwan ke China.

(nvc/ita)