Ancam Bunuh Peraih Nobel Malala Yousafzai, Ulama Pakistan Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 14:10 WIB
FILE - In this Wednesday, May 29, 2019 file photo, Malala Yousafzai is interviewed ahead of the Cricket World Cup opening party along The Mall in London. Pakistani police have arrested a cleric after a video of him went viral on social media, in which he threatens Nobel Laureate Malala Yousafzai over her recent comments about marriage, officials said Thursday, June 10, 2021. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth, file)
Malala Yousafzai dalam foto tahun 2019 (AP Photo/Kirsty Wigglesworth, file)
Islamabad -

Kepolisian Pakistan menangkap seorang ulama yang melontarkan ancaman akan membunuh peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, terkait komentarnya soal pernikahan. Ancaman pembunuhan itu disampaikan sang ulama dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (11/6/2021), kepala kepolisian setempat, Waseem Sajjad, menyatakan bahwa ulama bernama Sardar Al Haqqani itu ditangkap di Lakki Marwat, sebuah distrik di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pada Rabu (9/6) waktu setempat.

Dalam video yang viral, Al Haqqani mengancam akan menargetkan Malala dengan serangan bom bunuh diri ketika dia kembali ke Pakistan. Hal itu disampaikan Al Haqqani karena komentar yang disampaikan Malala pada awal bulan ini kepada majalah Vogue Inggris soal pernikahan, yang menurut Al Haqqani, menghina Islam.

Malala diketahui tinggal di Inggris sejak tahun 2012, setelah militan Taliban Pakistan menembaknya hingga mengalami luka serius. Usia Malala saat itu baru 15 tahun dan dia diserang karena membuat marah Taliban dengan kampanyenya memperjuangkan pendidikan untuk anak-anak perempuan.

Dalam wawancaranya dengan majalah Vogue Inggris, Malala menyatakan bahwa: "Saya masih tidak memahami mengapa orang-orang harus menikah. Jika Anda menginginkan seseorang dalam hidup Anda, mengapa Anda harus menandatangani dokumen pernikahan, mengapa tidak bisa kemitraan saja?"

Pernyataan Malala itu memicu perdebatan di media sosial Pakistan dan membuat marah kalangan Islamis juga para ulama setempat, termasuk Al Haqqani. Di bawah hukum Islam, pasangan tidak bisa hidup bersama di luar pernikahan.

Ayah Malala, Ziauddin Yousafzai, membela putrinya via Twitter dengan menyebut pernyataan itu dibawa keluar konteks.

Selanjutnya
Halaman
1 2