14 Warga Palestina Ditangkap Usai Keributan di Yerusalem

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 09:04 WIB
Palestinians react to stun grenades fired by Israeli police to clear the Damascus Gate to the Old City of Jerusalem after clashes at the Al-Aqsa Mosque compound, Friday, May 7, 2021. Palestinian worshippers clashed with Israeli police late Friday at the holy site sacred to Muslims and Jews, in an escalation of weeks of violence in Jerusalem that has reverberated across the region. (AP Photo/Maya Alleruzzo)
Ilustrasi -- Penangkapan warga Palestina terjadi di Gerbang Damaskus, Yerusalem, yang bulan lalu menjadi lokasi bentrokan sengit warga Palestina dan polisi Israel (dok. AP Photo/Maya Alleruzzo)

Kelompok militan Hamas, yang menguasai Gaza, sebelumnya mengancam bahwa konflik akan kembali pecah jika pawai itu tetap digelar di Yerusalem, terutama jika melewati kompleks Masjid al-Aqsa.

Pernyataan Ben-Gvir itu disampaikan tepat sebulan setelah Hamas menembakkan serentetan roket ke wilayah Israel, sebagai wujud solidaritas untuk warga Palestina di Yerusalem Timur yang bulan lalu terlibat bentrokan dengan polisi Israel.

Serangan roket Hamas itu menuai balasan serangan udara dari Israel, yang meluas menjadi pertempuran berdarah selama 11 hari. Pertempuran itu diakhiri gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai 21 Mei lalu, yang masih bertahan hingga kini.


(nvc/ita)