Israel Beri Izin Pawai Kontroversial di Yerusalem Meski Diancam Hamas

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 13:24 WIB
Ultra-Orthodox Jewish men walk at night in Jerusalems Old City, Saturday, May 29, 2021, days after a cease-fire was reached in the 11-day war between Gazas Hamas rulers and Israel. (AP Photo/Felipe Dana)
Ilustrasi -- Situasi di Yerusalem saat gencatan senjata Israel-Hamas (dok. AP/Felipe Dana)
Tel Aviv -

Pemerintah Israel menyetujui pelaksanaan pawai kontroversial oleh kelompok nasionalis Yahudi di Yerusalem pekan depan. Pawai kontroversial ini sebelumnya menuai ancaman keras dari kelompok Hamas jika tetap digelar.

Seperti dilansir AFP, Rabu (9/6/2021), kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan pada Selasa (8/6) waktu setempat bahwa pawai di Yerusalem akan tetap digelar.

"Pawai akan diadakan pada Selasa, 15 Juni," demikian pernyataan kantor PM Netanyahu.

Disebutkan juga dalam pernyataan itu bahwa pawai akan digelar 'dalam format yang telah disepakati oleh polisi dan penyelenggara pawai'.

Pernyataan kantor PM Israel itu dirilis setelah sehari sebelumnya, pihak penyelenggara mengumumkan pembatalan pawai yang dijadwalkan digelar pada Kamis (10/6) waktu setempat. Pembatalan diputuskan karena Kepolisian Israel menentang pawai itu dan ada ancaman dari pejabat tinggi Hamas, yang menguasai Gaza.

Pawai yang digelar kelompok nasionalis dan sayap kanan-jauh Israel itu akan diwarnai parade bendera melintasi Gerbang Damaskus dan area Muslim di Yerusalem Timur. Pawai yang digelar tahunan itu memperingati pencaplokan Yerusalem Timur oleh Israel setelah perang Timur Tengah tahun 1967 silam.

Pawai ini awalnya dijadwalkan pada 10 Mei lalu, namun ditunda karena terjadi bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina di Yerusalem, yang berujung pertempuran berdarah antara Israel dan Hamas yang menguasai Gaza.

Selanjutnya
Halaman
1 2