Menhan AS Perintahkan Pentagon Lebih Fokus ke China

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 11:22 WIB
FILE - In this Sept. 16, 2015, photo, U.S. Central Command Commander Gen. Lloyd Austin III, testifies on Capitol Hill in Washington. Biden will nominate retired four-star Army general Lloyd J. Austin to be secretary of defense. Thats according to three people familiar with the decision who spoke on condition of anonymity because the selection hadnt been formally announced. (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais, File)
Menhan AS, Lloyd Austin (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais, File)

Austin menyatakan bahwa arahan itu 'meningkatkan kemampuan Departemen untuk merevitalisasi jaringan sekutu dan mitra kita, mendorong pencegahan, dan mempercepat pengembangan konsep operasional baru, kemampuan yang muncul, postur kekuatan masa depan, dan satuan kerja sipil dan militer yang dimodernisasi'.

Operasional Pentagon selama dua dekade terakhir lebih banyak fokus pada penanganan militan jihadis di Timur Tengah, dan bukan tentara modern seperti China.

Strategi Pertahanan Nasional yang ditetapkan Pentagon tahun 2018 mengidentifikasi China sebagai pesaing strategis utama, namun satuan tugas mendapati bahwa tidak banyak hal yang dilakukan untuk menghadapi tantangan yang diberikan China.

Militer AS saat ini tengah berupaya memperluas kehadiran di Pasifik saat China telah semakin agresif terhadap Taiwan, yang dianggap sebagai wilayahnya. AS juga tetap menjaga kehadiran signifikan di Timur Tengah, meskipun mulai menarik 2.500 tentaranya yang tersisa di Afghanistan.

Untuk memastikan arahannya dipatuhi, Austin akan bertanggung jawab secara pribadi atas penerapan rekomendasi-rekomendasi, yang dirahasiakan, dari satuan tugas.

Halaman

(nvc/ita)