Senator AS ke Taiwan untuk Sumbangkan Vaksin Corona, China Marah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 19:00 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Pemerintah China menyatakan kemarahannya setelah para Senator Amerika Serikat mengunjungi Taiwan untuk menyumbangkan vaksin virus Corona. Beijing menyebut langkah AS itu bisa memperkuat "kekuatan separatis" di Taiwan.

Beijing menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayahnya yang suatu hari akan direbut, bahkan dengan paksa jika perlu. Beijing menentang setiap upaya diplomatik untuk mengakui Taiwan sebagai negara merdeka.

Delegasi tiga anggota parlemen AS berkunjung ke Taipei pada Minggu (6/6) waktu setempat, di mana mereka mengumumkan Washington akan menyumbangkan 750.000 dosis vaksin Corona ke Taiwan.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (7/6/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin menyatakan pemerintah China "menyatakan ketidakpuasan yang besar (terhadap kunjungan itu) dan telah mengajukan protes serius".

Dia juga mendesak Amerika Serikat untuk "berhati-hati ketika menyangkut masalah Taiwan dan menghindari pengiriman sinyal yang salah kepada kekuatan separatis" di pulau itu.

Namun, pernyataan yang relatif lunak dari kementerian yang terkenal karena tanggapannya yang keras terkait Taiwan itu membangkitkan cemoohan dari para netizen China.

"Mengatakan itu sama saja dengan tidak mengatakan apa-apa, saya muak," komentar salah satu pengguna Weibo pada hari Senin (7/6) mengenai pernyataan Wang.