Klaim Kasus COVID-19 Turun, Sejumlah Wilayah di India Longgarkan Lockdown

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 10:37 WIB
Jumlah kasus COVID-19 di India terus meroket hingga tembus angka 24 juta. Informasi yang salah mengenai virus Corona pun melonjak seiring dengan meningkatnya jumlah kematian akibat COVID-19
Kasus COVID di India mulai menurun. Sejumlah negara bagian mulai longgarkan lockdown (Foto: AP Photo/Mahesh Kumar A)
New Delhi -

Beberapa negara bagian di India kini mulai melonggarkan lockdown usai kasus COVID-19 di wilayahnya mulai menurun. Jumlah kasus harian memasuki angka terendah dalam hampir dua bulan terakhir.

Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (6/6/2021) salah satu yang mulai melonggarkan kebijakan tersebut adalah ibu kota New Delhi, dimana toko-toko mulai diizinkan dibuka dengan cara bergantian setiap hari sesuai dengan nomor toko. Contohnya, toko dengan nomor genap akan dibuka pada hari ini, sedangkan toko dengan nomor ganjil akan dibuka pada hari berikutnya.

Kantor-kantor swasta juga mulai kembali diizinkan beroperasi, dengan 50 persen kapasitas normal. Sementara itu, kereta cepat Delhi Metro juga sudah bisa melanjutkan layanan dengan kapasitas 50 persen.

Pelonggaran mulai diberlakukan sejak New Delhi mengizinkan lokasi konstruksi dan pabrik dibuka kembali pekan lalu.

"Penting untuk mengembalikan ekonomi ke jalurnya sekarang setelah situasi COVID-19 membaik. Kami berdoa agar situasinya tetap sama." kata Kepala Menteri New Delhi Arvind Kejriwal dalam konferensi pers virtual.

Diketahui per Sabtu (5/6), New Delhi melaporkan sekitar 400 kasus harian baru, turun dari sekitar 25.000 kasus harian saat lockdown diumumkan tujuh minggu lalu.

Meningkatnya kasus COVID di India menyebabkan banyak rumah sakit di New Delhi membutuhkan persediaan tabung oksigen dan tempat tidur. Oleh karenanya, negara bagian tersebut tersebut berencana akan membangun kapasitas penyimpanan oksigen sebanyak 420 ton.

Kejriwal mengatakan negara bagian tersebut akan mampu menangani 37.000 kasus baru sehari. Sementara itu, kasus harian tertinggi mencapai puncak pada 20 April dengan 28.395 kasus baru.

Bagaimana dengan Negara Bagian lainnya?

Simak juga 'Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]