Update COVID di India: 132 Ribu Kasus Harian- Abu 1.200 Jenazah Ditenggelamkan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 14:24 WIB
MUMBAI, INDIA - MAY 27: A patient who has Covid-19 sits on his bed in an ICU ward at the government-run St. George hospital on May 27, 2021 in Mumbai, India. Indias prolonged and devastating wave of Covid-19 infections has gripped cities and overwhelmed health resources. (Photo by Fariha Farooqui/Getty Images)
Kasus harian baru COVID di India tercatat ada 132 ribu (Foto: Getty Images/Fariha Farooqui)
Jakarta -

Perkembangan kasus COVID di India terus menjadi sorotan. Angka kasus harian dan kondisi abu jenazah pasien ditenggelamkan di sungai akibat tak adanya keluarga yang mengklaim atau mengambilnya setelah dikremasi.

Berikut update kasus COVID di India:

Kasus Harian Baru Capai 132 Ribu

Mengutip dari Times of India, kasus harian baru COVID di India mencapai 132.364 per hari ini (4/6). Angka ini menambah total jumlah kasus di India hingga 28.574.350.

Sementara itu, dari jumlah tersebut, ada 26.597.655 yang sudah sembuh, 340.702 kematian, dan kasus aktif di angka 1.635.993 kasus.

Pemerintah terus melakukan tes harian COVID di India, dimana per Kamis kemarin (3/6), ada 2.075.428 orang yang sudah di tes.

Kepala Menteri New Delhi, Arvind Kejriwal akan melakukan pertemuan untuk membahas potensi terjadinya gelombang ketiga COVID di India.

Ribuan Anak Kehilangan Orang Tua

Melansir dari DW, sejak pandemi COVID di India merebak, ribuan anak kehilangan orang tua. Menurut Komisi Nasional Perlindungan Hak Anak (NCPCR) India, ada1.700 anak jadi yatim piatu, 7.400 lainnya kehilangan salah satu orang tuanya serta ada 140 anak yang ditelantarkan.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pun mengumumkan akan memberi bantuan senilai 1 juta rupee (setara Rp 195 juta) yang akan diberikan untuk setiap anak dari usia 18-23 tahun melalui skema PM-CARES. Pemerintah negara bagian juga mengumumkan hal serupa.

Abu 1.200 Korban COVID di India Ditenggelamkan

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021) abu dari 1.200 jenazah korban COVID di India ditenggelamkan di sungai setempat. Hal ini dilakukan otoritas India karena abu tersebut tidak diklaim atau diambil pihak keluarga usai proses kremasi selesai dilaksanakan.

Salah satunya yang terjadi di pusat krematorium Sumanahalli, pinggiran Bangalore, India. Banyak guci tanah yang berisi abu jenazah korban COVID di India menumpuk.

Di tepi Sungai Cauvery, Bangalore, Negara Bagian Karnataka, ritual seremoni Hindu dipimpin oleh pendeta Hindu dan pejabat wilayah Karnataka, R Ashoka, di desa Belakvadi, yang berlokasi 125 kilometer dari Bangalore.

Dalam ajaran agama Hindu, penenggelaman atau penaburan abu jenazah di sungai yang dianggap suci diyakini akan membebaskan jiwa orang yang meninggal dunia.

Sebelum ritual penenggelaman, abu-abu jenazah disemayamkan di tepi sungai. Guci dihiasi bunga warna merah dan kuning.

Alasan Tidak Diambilnya Abu Jenazah

Ada sejumlah alasan kenapa abu-abu jenazah korban COVID di India tidak diambil pihak keluarga. Menurut pekerja krematorium setempat, faktor kemiskinan pihak keluarga menyebabkan mereka tidak mampu menyelenggarakan ritual.

Sementara ada pula yang khawatir akan tertular corona di krematorium.

"Dalam satu keluarga, dua atau tiga anggotanya mungkin meninggal karena Corona dan beberapa orang takut tertular jadi mereka tidak mengambilnya (abu jenazah-red)," tutur kontraktor Krematorium TR Mills Bangalore, Kiran Kumar, kepada AFP.

Simak Video: Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)