Aktivis Demokrasi Hong Kong Ditangkap Jelang Peringatan Tiananmen

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 13:25 WIB
FILE - In this May 6, 2021, file photo, Chow Hang Tung, the vice chair of The Hong Kong Alliance in Support of Patriotic Democratic Movements of China, speaks to media outside a court in Hong Kong. Hong Kong police on Friday, June 4, arrested the committee member that organizes the city’s annual June 4 museum and candlelight vigil, on the 32nd anniversary of a bloody military crackdown on pro-democracy protesters in Beijing’s Tiananmen Square, according to local media reports. (AP Photo/Rafael Wober, File)
Aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Chow Hang Tung, yang baru ditangkap polisi (AP Photo/Rafael Wober, File)
Hong Kong -

Kepolisian Hong Kong menangkap seorang aktivis pro-demokrasi menjelang peringatan tragedi Tiananmen pada Jumat (4/6) waktu setempat. Aktivis yang ditangkap merupakan salah satu penyelenggara acara peringatan tragedi Tiananmen.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021), sekitar 7.000 personel kepolisian disiagakan untuk mencegah upaya-upaya peringatan tragedi Tiananmen di Hong Kong, yang biasanya diwarnai aksi penyalaan lilin bersama secara massal. Ribuan warga Hong Kong menghadiri peringatan tahunan ini selama tiga dekade terakhir.

Aktivis dan pengacara Hong Kong bernama Chow Hang-tung menjadi yang pertama ditangkap pada Jumat (4/6) pagi waktu setempat. Chow ditangkap empat polisi Hong Kong di luar kantornya.

Chow yang berusia 37 tahun ini merupakan salah satu wakil ketua Aliansi Hong Kong, yang menggelar peringatan tragedi Tiananmen setiap tahunnya.

Sumber kepolisian setempat menuturkan kepada AFP bahwa Chow ditangkap atas dugaan mempublikasikan acara pertemuan massal yang melanggar hukum.

Kerumunan orang biasanya berkumpul di Hong Kong untuk memperingati tragedi saat para demonstran pro-demokrasi yang beraksi secara damai di Alun-alun Tiananmen, Beijing, ditembaki oleh tentara dan tank-tank militer China pada 4 Juni 1989 silam.

Diperkirakan ratusan orang hingga ribuan orang tewas dalam peristiwa brutal itu. Acara peringatan secara publik dilarang di daratan utama China.