International Updates

Israel Tangkap Pemimpin Hamas, AS Akui Tewaskan 23 Warga Sipil di Dunia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 18:27 WIB
Israeli soldiers patrol near a burning field on the Israeli side of the border between Israel and Gaza, May 14, 2018. REUTERS/Amir Cohen     TPX IMAGES OF THE DAY
ilustrasi tentara Israel (Foto: Amir Cohen/Reuters)
Jakarta -

Militer Israel mengumumkan pihaknya telah menangkap salah satu pemimpin Hamas di wilayah Tepi Barat yang didudukinya. Pemimpin Hamas itu dituduh membangun sebuah pangkalan untuk kelompok Hamas di Tepi Barat.

Seperti dilansir AFP, Kamis (3/6/2021), Sheikh Jamal al-Tawil ditangkap oleh pasukan khusus militer Israel di kota Ramallah, Tepi Barat, pada Selasa (1/6) malam waktu setempat.

Disebutkan militer Israel bahwa Tawil 'mengambil peran aktif dalam menggelar kerusuhan sarat kekerasan' dan 'pembangunan kembali markas Hamas di Ramallah'.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (3/6/2021):

- Kawanan Gajah Datangi Kota Besar di China, Tempuh Perjalanan 500 Km

Kawanan gajah liar telah mencapai pinggiran salah satu kota besar di China setelah menempuh perjalanan sejauh 500 kilometer dari cagar alam asal mereka. Apa yang membuat gajah-gajah liar ini mendatangi kawasan perkotaan?

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (3/6/2021), kantor berita Xinhua News Agency melaporkan bahwa 15 ekor gajah liar itu mencapai distrik Jinning di pinggiran kota Kunming pada Rabu (2/6) tengah malam waktu setempat. Kunming yang berpenduduk 7 juta orang merupakan ibu kota dari Provinsi Yunnan.

Disebutkan bahwa gajah-gajah liar itu sudah menempuh perjalanan sejauh 500 kilometer dari sebuah cagar alam di area pegunungan barat daya Provinsi Yunnan.

Otoritas setempat bergegas menutup ruas jalan raya dan lingkungan sekitar wilayah yang didatangi gajah-gajah liar itu untuk melindungi hewan liar itu juga warga setempat. Warga setempat diimbau tetap berada di dalam rumah.

- Kilang Minyak Iran Terbakar Usai Kebakaran Kapal Perang

Kebakaran besar melalap salah satu kilang minyak yang ada di wilayah Teheran, Iran. Kebakaran dilaporkan terjadi setelah ada kebocoran pada saluran gas cair yang memicu sebuah ledakan.

Seperti dilansir AFP, Kamis (3/6/2021), laporan koresponden AFP menyebut kobaran api besar dan kepulan asap pekat membubung ke udara dari wilayah Teheran pada Rabu (2/6) malam waktu setempat.

"Insiden yang disebabkan oleh kebocoran sebuah jalur gas cair darurat memicu sebuah ledakan yang menyebabkan kebakaran," tutur kepala tim krisis Teheran, Mansour Darajati, dalam pernyataannya kepada televisi nasional Iran.

- NASA Umumkan 2 Misi Baru ke Planet Venus

Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA mengumumkan dua misi baru ke planet Venus yang akan diluncurkan pada akhir dekade ini. Misi ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana planet terdekat Bumi itu menjadi tempat yang sangat tidak menyenangkan sedangkan planet kita tidak.

"Dua misi bersaudara ini sama-sama bertujuan untuk memahami bagaimana Venus menjadi dunia seperti neraka, yang mampu melelehkan timah di permukaannya," tutur administrator baru NASA, Bill Nelson, seperti dilansir AFP, Kamis (3/6/2021).

"Mereka akan menawarkan seluruh komunitas sains kesempatan untuk menyelidiki sebuah planet yang belum pernah kita kunjungi selama lebih dari 30 tahun," imbuhnya.

Disebutkan juga bahwa misi ini mendapat pendanaan US$ 500 juta di bawah Program Discovery NASA, dan masing-masing misi diperkirakan akan diluncurkan antara tahun 2028 hingga 2030 mendatang.

- AS Akui Tewaskan 23 Warga Sipil di Seluruh Dunia Selama 2020

Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan pihaknya mengambil tanggung jawab atas tindakannya yang secara tidak sengaja menewaskan 23 warga sipil di zona perang luar negeri sepanjang tahun 2020. Angka tersebut jauh di bawah angka yang dilaporkan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Seperti dilansir AFP, Kamis (3/6/2021), laporan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa jumlah korban tewas dari kalangan sipil itu terjadi saat operasi militer di Irak, Afghanistan, Somalia, Yaman dan Nigeria.