Duterte Tingkatkan Kerja Sama, Putin Janjikan Lebih Banyak Vaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 17:35 WIB
Russian President Vladimir Putin (C), accompanied by Foreign Minister Sergei Lavrov (R), meets with Philippine President Rodrigo Duterte on the sidelines of the Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) leaders summit in the central Vietnamese city of Danang on November 10, 2017. / AFP PHOTO / Sputnik / Mikhail KLIMENTYEV
Duterte dan Putin bertemu di sela-sela APEC di Vietnam tahun 2017 lalu (dok. AFP PHOTO/Sputnik/Mikhail KLIMENTYEV)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Rusia. Presiden Vladimir Putin pun menjanjikan untuk mengirimkan lebih banyak pasokan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Rusia, Sputnik V, ke Filipina.

Seperti dilansir Philippine Inquirer dan The Star, Kamis (3/6/2021), hal-hal itu disampaikan dalam pertemuan virtual atau telesummit antara Duterte dan Putin yang digelar pada Rabu (2/6) waktu setempat, untuk memperingati 45 tahun hubungan diplomatik Filipina-Rusia.

Kantor kepresidenan Filipina, atau yang bisa disebut Malacanang, menuturkan dalam pernyataannya bahwa Duterte berterima kasih kepada Putin karena menjadikan vaksin Sputnik V tersedia di Filipina, sembari dia menekankan pentingnya pengantaran cepat untuk pasokan vaksin Corona.

Sejauh ini, Filipina telah menerima 80.000 dosis vaksin Sputnik V, dengan pasokan terbaru yang terdiri atas 50.000 dosis baru dikirimkan pada 31 Mei lalu. Dua pasokan pertama, masing-masing 15.000 dosis, tiba di Filipina pada 1 Mei dan 12 Mei lalu.

"Filipina dan Rusia memang memiliki banyak hal untuk dirayakan. Kerja sama kita terus menguat dan mendapatkan momentum baru," ucap Duterte seperti disampaikan Malacanang dalam pernyataannya.

Disebutkan bahwa Duterte juga berkomitmen bahwa Filipina akan 'mempertahankan lintasan ke atas' untuk kemitraan dengan Rusia dalam sektor perdagangan dan investasi, pertahanan, energi, luar angkasa, dan pertukaran orang-ke-orang.

Secara khusus untuk sektor pertahanan, Duterte dilaporkan menekankan perkembangan positif dalam pengadaan 16 helikopter tipe heavy-lift, sembari menyatakan bahwa Filipina 'menantikan kerja sama dengan Rusia untuk mempercepat modernisasi aset-aset dan sistem pertahanan'.