Banjir di Selandia Baru, Militer Dikerahkan Evakuasi Warga

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 14:27 WIB
ilustrasi hujan
ilustrasi (Foto: GettyImages)
Jakarta -

Militer Selandia Baru dikerahkan untuk mengevakuasi ratusan penduduk dari daerah yang dilanda banjir di wilayah South Island (Pulau Selatan) pada hari Senin (31/5), ketika hujan lebat memicu banjir yang memutus jalan-jalan.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (31/5/2021), sungai-sungai meluap akibat curah hujan yang tinggi dalam dua hari terakhir. Bahkan menurut ahli meteorologi, jumlahnya melebihi curah hujan sepanjang tahun ini di beberapa daerah.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan cuaca "merah" yang langka dan mengumumkan keadaan darurat di wilayah Canterbury, salah satu pusat pertanian negara Pasifik Selatan itu.

Angkatan Pertahanan Selandia Baru mengatakan salah satu helikopternya menyelamatkan tiga orang di Ashburton, dekat Christchurch, mengangkat satu pria dari pohon dan pasangan lansia dari atap mobil.

Pasukan Pertahanan mengatakan para tentara, truk dan ambulans membantu upaya evakuasi.

Wali Kota Ashburton, Neil Brown mengatakan akses seluruh kota berpenduduk 35.000 jiwa itu telah terputus.

"Kami kehilangan empat jembatan dan banyak jalan rusak, kami punya 17 jalan yang ditutup ... ada banyak kerusakan," katanya kepada wartawan.

Media lokal melaporkan bahwa para penghuni dari sekitar 300 rumah telah dievakuasi, dengan otoritas pertahanan sipil mendirikan tempat-tempat penampungan di sekolah dan pusat olahraga.

Para ahli cuaca mengatakan hujan lebat diperkirakan akan mereda dalam semalam.

Perdana Menteri Jacinda Ardern dijadwalkan mengunjungi zona bencana pada hari Selasa (1/6) besok.

(ita/ita)