10 Orang Tewas dalam Bentrok Anti-Pemerintah di Kolombia

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 01:17 WIB
Aksi unjuk rasa memprotes reformasi pajak belum mereda di Kolombia. Salah satu gedung pengadilan pun jadi sasaran pembakaran pengunjuk rasa anti-pemerintah.
Foto: Ilustrasi (AP Photo/Andres Gonzalez)
Bogota -

Setidaknya 10 orang di Kota Cali, Kolombia, tewas dalam bentrok satu hari aksi protes anti-pemerintah. Kolombia memasuki bulan kedua demonstrasi yang meluas.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/5/2021), Presiden Ivan Duque mengumumkan bahwa ia akan mengerahkan pasukan militer ke Cali, sementara negara itu menandai satu bulan penuh unjuk rasa di seluruh Kolombia yang telah berubah menjadi mobilisasi anti-kemapanan yang luas.

"Sepuluh orang (tewas)," kata Sekretaris Keamanan Cali Carlos Rojas kepada radio Caracol. "inilah jumlah korban yang kami terima pagi ini".

Polisi mengatakan 8 dari 10 orang ditembak mati. Carlos Rojas berbicara setelah laporan bentrokan di jalan yang penuh kekerasan.

Dalam satu kasus, seorang perwakilan dari kantor kejaksaan Cali mengatakan seorang penyelidik yang tidak bertugas telah menembak kerumunan, membunuh seorang warga sipil, sebelum digantung oleh pengunjuk rasa.

Rekaman video menunjukkan seorang pria terbaring di genangan darah dan seorang lainnya di dekatnya memegang senjata, pria itu kemudian diserang oleh sekelompok orang.

"Di selatan kota kami mengalami peristiwa nyata konfrontasi dan hampir perang kota di mana banyak orang tidak hanya kehilangan nyawa, tetapi kami juga mengalami banyak luka," kata Rojas.

Setelah memimpin pertemuan keamanan di kota itu, Presiden Ivan Duque mengumumkan bahwa penyebaran maksimum bantuan militer kepada polisi nasional akan segera dimulai.

(rfs/rfs)