Kasus Corona Malaysia: Rekor 8 Ribu, Sultan Minta Lockdown

ADVERTISEMENT

Kasus Corona Malaysia: Rekor 8 Ribu, Sultan Minta Lockdown

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 18:44 WIB
Police officers check vehicles at a roadblock to ensure that people abide by a movement control order on the outskirts of Kuala Lumpur, Malaysia, Wednesday, Oct. 14, 2020. Malaysia will restrict movements in its biggest city Kuala Lumpur, neighboring Selangor state and the administrative capital of Putrajaya from Wednesday to curb a sharp rise in coronavirus cases. (AP Photo/Vincent Thian)
Kasus Corona Malaysia pecah rekor 8 ribu hari ini (Foto: AP/Vincent Thian)
Jakarta -

Kasus Corona Malaysia jadi sorotan usai 10 hari terakhir mencetak rekor jumlah kasus harian baru. Akibatnya, Sultan Negara Bagian Johor, Sultan Ibrahim Iskandar, meminta pemerintah Malaysia untuk mempertimbangkan kebijakan 'full lockdown'.

Diketahui Malaysia mengalami lonjakan kasus beberapa waktu terakhir. Dalam empat hari berturut-turut, negeri Jiran itu bahkan melaporkan rekor kasus baru.

Apa saja kabar soal kasus Corona Malaysia hari ini? detikcom sudah merangkumkan informasinya berikut ini:

Cetak Rekor 8 Ribu Sehari

Pada hari Jumat (28/5) kasus Corona Malaysia pecah rekor menjadi 8.290 kasus harian. Ini adalah pertama kalinya Malaysia menembus angka 8.000.

Lebih dari seperempat kasus baru COVID-19 yang dilaporkan pada hari Jumat ini berada di wilayah Klang Valley dengan 2.052 kasus di Selangor dan 830 kasus di Kuala Lumpur. Johor memiliki 762 kasus, sementara Sarawak dan Penang masing-masing melaporkan 698 dan 421 kasus COVID-19.

Menurut penghitungan nasional, sejauh ini, total jumlah kasus Corona Malaysia mencapai 549.514 kasus, termasuk lebih dari 2.000 kasus kematian.

Malaysia telah mencetak rekor jumlah kasus harian baru tertinggi tujuh kali dalam 10 hari terakhir, dengan jumlah harian di atas angka 6.000 kasus sejak 19 Mei.

Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Malaysia, pada awal Juni diperkirakan kasus corona harian baru mungkin mendekati angka 9.000 jika tindakan manajemen yang aman tidak diikuti.

Sultan Minta Pertimbangkan Lockdown

Merespon peningkatan kasus corona Malaysia beberapa waktu belakangan, Sultan Negara Bagian Johor, Sultan Ibrahim Iskandar, meminta pemerintah Malaysia untuk mempertimbangkan kebijakan 'full lockdown'.

"Lebih dari 7.400 kasus saja hari ini (per Rabu, 26/5). Ini menakutkan dan kita membutuhkan hampir semua aspek masyarakat untuk tinggal di rumah, untuk memutuskan rantai penularan," kata Sultan Ibrahim melalui rilis pada Rabu (26/5).

"Oleh karena itu, harus ada disiplin di seluruh jajaran agar semua lapisan masyarakat berkomitmen untuk melakukan lockdown untuk mencegah hal terburuk terjadi pada kita semua. Pemerintah juga harus mempertimbangkan lockdown penuh, jika angka COVID-19 tidak menunjukkan tanda-tanda mereda," lanjutnya.

"Mari kita telan pil pahit itu sekarang, daripada menderita terus menerus dalam ketidakpastian," tegasnya merespon meningkatnya kasus corona Malaysia.

Simak juga 'Relawan Pemakaman Malaysia Ketar-ketir Lihat Lonjakan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT