Pasukan Israel Bunuh Seorang Warga Palestina di Tepi Barat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 16:30 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
ilustrasi (Foto: AFP)
Jakarta -

Pasukan Israel membunuh seorang warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa (25/5) ini.

Kematian warga Palestina itu disampaikan sumber keamanan Palestina dan Israel seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (25/5/2021).

Sumber keamanan Palestina mengatakan pasukan Israel menewaskan seorang pemuda Palestina di kamp pengungsi Al-Amari, dekat Ramallah. Rumah sakit di Ramallah mengidentifikasi korban tewas sebagai penghuni kamp pengungsi, Ahmad Jameel Fahad.

Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan kepada AFP bahwa selama "percobaan penangkapan para aktivis teror di Ramallah," salah seorang yang membantu para aktivis itu tewas ditembak polisi perbatasan.

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Anthony Blinken tiba di Israel untuk melakukan pembicaraan. Blinken tiba di Israel pada Selasa (25/5) dan selanjutnya akan mengunjungi Tepi Barat juga beberapa negara Timur Tengah lainnya. Blinken akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem dan selanjutnya dijadwalkan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Rangkaian kunjungan ke Timur Tengah ini dilakukan Blinken dengan harapan memperkuat gencatan senjata antara Hamas dan Israel serta mempercepat bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/5/2021), kunjungan Blinken ke Timur Tengah ini juga dimaksudkan untuk mempercepat bantuan kemanusiaan bagi Gaza, yang mengalami kehancuran usai digempur Israel selama 11 hari.

Bersamaan dengan misi Blinken, otoritas Israel menyatakan pihaknya telah mengizinkan bahan bakar, obat-obatan dan makanan yang dialokasikan untuk sektor swasta di Gaza masuk ke wilayah tersebut untuk pertama kalinya sejak pertempuran berdarah dengan Hamas pecah pada 10 Mei lalu.