Siapa Presiden Palestina? Ini Sosok dan Biografi Singkatnya

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 18:21 WIB
Palestinian Authority President Mahmud Abbas gestures during a meeting with the Revolutionary Council of his ruling Fatah party on June 16, 2015 in the West Bank city of Ramallah. AFP PHOTO / ABBAS MOMANI
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (Foto: Abbas Momani/AFP)
Yerusalem -

Perseteruan yang terjadi di tanah Palestina dan Israel jadi sorotan dunia internasional. Sejumlah pihak jadi bertanya-tanya, siapa Presiden Palestina yang saat ini menjabat di tengah konflik yang memanas?

Seperti dikutip dari ensiklopedia Britannica, Senin (24/5/2021), Mahmoud Abbas resmi menjadi presiden Palestina sejak 2005, usai kematian pendahulunya, Yasser Arafat. Sebelumnya Abbas menjabat sebagai Perdana Menteri otoritas Palestina (PA) pada 2003.

Berikut biografi singkat dan perjalanan Mahmoud Abbas sebagai Presiden Palestina:

Biografi

Menjawab pertanyaan siapa presiden Palestina, sosok Mahmoud Abbas langsung terlintas. Abbas merupakan anggota dari dari kelompok Fatah dan jadi garda terdepan membangun komunikasi terkait perdamaian dengan Israel dan kemerdekaan Palestina.

Saat perang 1948, Abbas dan keluarganya melarikan diri ke Suriah. Pada 1950-an ia bergabung dengan layanan sipil Qatar dan mulai membangun jaringan individu dan kelompok Palestina.

Pada tahun 1961 Abbas direkrut oleh Yasser Arafat untuk menjadi salah satu anggota kunci kelompok Fatah, yang mempelopori perjuangan bersenjata Palestina dan mendominasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Pada akhir 1970an, Abbas terpilih sebagai kepala Departemen Internasional PLO. Ia berperan penting dalam menjalin kontak dengan kelompok perdamaian dengan Israel.

Pada awal 1990-an Abbas membentuk strategi negosiasi Palestina dalam konferensi perdamaian di Madrid (1991) dan dalam pertemuan rahasia dengan Israel di Norwegia. Pada Juli 2000, Abbas menjadi anggota senior delegasi Palestina untuk pembicaraan damai Camp David. Dia menentang pemberontakan Palestina yang dikenal sebagai intifada.

Saat menjabat sebagai PM, Abbas aktif mengecam terorisme, menyerukan diakhirinya intifada melawan Israel, dan memutuskan untuk membentuk satu angkatan bersenjata Palestina, namun kemudian mengundurkan diri dari jabatannya. Pada 2005, ia memenangkan pemilihan sebagai presiden dengan meraih suara lebih dari 60 persen.

Pada 2006, Hamas memenangkan mayoritas kursi dalam pemilihan legislatif mengalahkan Fatah. Sejak saat itu, salah satu figur penting Hamas, Ismail Haniyeh terpilih sebagai Perdana Menteri.

Hamas yang memang merupakan rival politik Fatah kerap tak sejalan. Pada tahun 2007 Hamas menetapkan kontrol eksklusif di Jalur Gaza, sementara Abbas menguasai Tepi Barat melalui keputusan presiden.

Di tengah ketegangan yang sedang berlangsung dengan Hamas, Abbas terkadang menghadapi kritik karena mengabaikan Jalur Gaza.

Siapa presiden Palestina? ketika masa jabatan Mahmoud Abbas berakhir pada 2009, ia mengaku memiliki kewenangan konstitusional untuk menjabat selama satu tahun lagi, hingga pemilihan legislatif akan diadakan, karena undang-undang Palestina menyatakan bahwa pemilihan legislatif dan presiden diadakan pada waktu yang bersamaan. Namun, pemilihan ditunda tanpa batas waktu. Kini Abbas masih menjabat sebagai presiden.

Lihat Video: Hizbullah Rayakan Berakhirnya Pertempuran di Gaza

[Gambas:Video 20detik]




(izt/imk)