Terlambat 1 Menit Jadi Penyebab Masinis Kereta Peluru Jepang Diselidiki

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 14:02 WIB
Kereta Cepat Shinkansen
ilustrasi kereta peluru Jepang (Foto: Dadan Kuswaraharja)
Jakarta -

Seorang masinis bullet train atau kereta peluru di Jepang menjadi subyek penyelidikan otoritas perkeretaapian gegara ketahuan meninggalkan alat kemudi sebentar agar bisa pergi ke toilet.

Selama pergi ke toilet, sang masinis menyerahkan kemudi kereta berkecepatan tinggi itu pada seorang kondektur yang tidak memenuhi syarat untuk mengendalikan kereta peluru. Gara-gara ke toilet selama tiga menit inilah, kereta tersebut terlambat tiba di tempat tujuan hanya satu menit dari jadwal, hingga memicu penyelidikan otoritas perkeretaapian Jepang yang terkenal dengan ketepatan waktunya.

Di Jepang, para masinis yang mengalami situasi darurat saat mengemudikan kereta harus berkoordinasi dengan pusat komando untuk menyerahkan kendali pada seorang kondektur yang memenuhi syarat, atau berhenti di rel atau stasiun terdekat.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/5/2021), dalam konferensi pers pada Kamis (20/5) waktu setempat, pejabat eksekutif otoritas perkeretaapian meminta maaf atas insiden ini dan menyatakan sang masinis akan ditangani 'dengan tepat'.

Sang masinis dalam penjelasannya menyatakan dirinya 'tidak ingin memicu keterlambatan dengan menghentikan kereta'.

"Saya tidak melaporkannya karena itu memalukan," imbuhnya.

Diketahui bahwa operasional kereta peluru di Jepang dikontrol secara ketat oleh sistem komando pusat yang terkomputerisasi. Namun, juru bicara otoritas perkeretaapian setempat, menyatakan masinis dibutuhkan tetap ada di tempat untuk menangani situasi-situasi yang tidak terduga.

Simak juga 'Jepang Akan Batasi Lebih Ketat Perjalanan Warga dari India':

[Gambas:Video 20detik]