Menteri Lingkungan Brasil Diperiksa soal Dugaan Perdagangan Kayu Ilegal

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 04:00 WIB
(FILES) In this file photo taken on April 22, 2021 Brazils Environment Minister Ricardo Salles gestures during a news conference after a virtual the virtual Earth Day Summit in Brasilia. - Brazilian Environment Minister Ricardo Salles is suspected of involvement in a trafficking ring that sold illegal timber on the black market, a Supreme Court ruling said as police raided various ministry offices on May 18, 2021. (Photo by Sergio Lima / AFP)
Ricardo Salles (Foto: AFP/SERGIO LIMA)
Brasilia -

Mahkamah Agung Brasil memerintahkan penyelidikan terhadap Menteri Lingkungan, Ricardo Salles ketika polisi menggerebek kantor kementerian pada Rabu waktu setempat. Penggeledahan itu dilakukan atas dugaan jaringan perdagangan kayu selundupan yang melibatkan Salles dan pejabat tinggi lainnya di pemerintahan Presiden Jair Bolsanaro.

Dilansir, AFP, Kamis (20/5/2021) Keputusan Hakim Alexandre de Moraes mengatakan polisi federal memiliki bukti bahwa Salles dan pejabat lingkungan lainnya terlibat dalam "skema yang sangat serius untuk memfasilitasi penyelundupan produk hutan hujan," katanya.

Mereka menangguhkan 10 pejabat dari jabatan mereka, termasuk Eduardo Bim, kepala badan perlindungan lingkungan Brasil, IBAMA.

Salles, salah satu tokoh paling kontroversial dalam pemerintahan Bolsonaro, telah memimpin lonjakan penggundulan hutan di hutan hujan Amazon sejak menjabat pada 2019, dan aktivis menuduhnya membongkar program perlindungan lingkungan Brasil.

Laporan media Brasil mengatakan polisi telah menggeledah rumahnya di Sao Paulo. Keputusan Moraes memberi polisi akses ke rekening bank menteri untuk mencari bukti pendapatan gelap.

Sekitar 160 petugas juga menggerebek kantor Kementerian Lingkungan di Brasilia, Sao Paulo dan negara bagian Para di utara, kata polisi.

Skema yang dituduhkan melibatkan kebijakan IBAMA 2020 yang mengizinkan ekspor kayu Brasil tanpa persetujuan sebelumnya dari otoritas lingkungan, yang dicabut putusan pengadilan.

Kebijakan tersebut "secara retroaktif melegalkan ribuan pengiriman kayu yang diekspor dengan melanggar peraturan lingkungan" ke Amerika Serikat dan Eropa, kata polisi.

Salles yang berusia 45 itu, membantah melakukan kesalahan. "Tindakan yang dituduhkan ini tidak pernah terjadi," katanya kepada wartawan.

Lihat juga Video: Upaya 20 Tahun Menghijaukan Hutan yang Hilang di Brasil

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)