Mahmoud Ahmadinejad Daftar Lagi Pilpres Iran

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 17:43 WIB
Pengacara: Penangkapan Ahmadinejad Kabar Bohong
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (Foto: DW News)
Teheran -

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mencalonkan diri sebagai kandidat dalam pemilihan presiden yang digelar bulan depan. Mantan presiden dikenal konservatif itu mendaftarkan namanya hari ini.

"Jutaan orang di seluruh negeri telah meminta saya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan, dan bahkan memerintahkan saya untuk datang ke sini untuk mendaftar, menempatkan tanggung jawab yang berat di pundak saya," kata Ahmadinejad, usa mengajukan lamarannya ke Kementerian Dalam Negeri Iran, dilansir dari AFP, Rabu (12/5/2021).

Pemungutan suara yang akan digelar pada 18 Juni mendatang itu dilakukan di saat Iran dan negara-negara adidaya berselisih tentang menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015, di mana AS menarik diri secara sepihak pada 2018, memberlakukan kembali sanksi yang melumpuhkan Iran.

Para kandidat memiliki waktu hingga Sabtu (15/5) mendatang untuk mendaftar pemilihan presiden tersebut. Mereka kemudian akan diperiksa oleh Dewan Penjaga yang didominasi konservatif sebelum nantinya daftar kandidat yang disetujui diterbitkan pada 27 Mei, setelah kampanye dimulai.

Tapi media Iran menganggap peluang Ahmadinejad untuk disetujui mendekati nol.

Ahmadinejad mengatakan, jika dia tidak disetujui, dia 'tidak akan berpartisipasi' dalam pemilihan, baik dengan mendukung calon atau memberikan suara.

Pria berusia 64 tahun itu mengklaim, seperti yang sering dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir, bahwa rakyat Iran telah kehilangan kepercayaan pada otoritas negara.

Dia menambahkan bahwa dia menganggap pemilu mendatang 'mungkin kesempatan terakhir' untuk menyelamatkan republik Islam itu dalam menghadapi tantangan 'yang sangat sensitif', baik domestik maupun internasional.

Ahmadinejad, presiden dari tahun 2005 hingga 2013, harus mundur pada akhir dua masa jabatan berturut-turut sesuai konstitusi - seperti yang akan dilakukan oleh Presiden Rouhani pada bulan Juni.

Pada 2009, pemilihan ulang Ahmadinejad yang disengketakan memicu protes yang mengguncang republik Islam itu.

Hari ini, saat mendaftarkan diri sebagai kandidat calon presiden, Ahmadinejad disambut oleh beberapa pendukung.

"Kami mendukungmu!" kata mereka.

Mantan presiden populis itu juga mengajukan namanya untuk pemilihan presiden 2017, bertentangan dengan saran pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei. Tidak mengherankan, pencalonannya kala itu ditolak oleh Dewan Penjaga.

(mae/imk)