PBB Desak Pasukan Keamanan Israel Tahan Diri

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 01:15 WIB
A woman walks in the empty Asakusa district, usually popular with tourists, Wednesday, April 1, 2020, in Tokyo. The United Nations Secretary-General Antonio Guterres on Tuesday, Aug. 25, 2020, said the global tourism industry has been devastated by the coronavirus pandemic, with $320 billion lost in exports in the first five months of the year and more than 120 million jobs at risk. (AP Photo/Eugene Hoshiko, File)
Foto: Antonio Guterres (AP Photo)
New York -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa kekerasan yang meningkat antara Israel dan Palestina harus segera dihentikan. PBB mendesak pasukan keamanan Israel menahan diri.

"Pasukan keamanan Israel harus menahan diri secara maksimal dan menyesuaikan penggunaan kekuatan mereka," kata Guterres dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Rabu (12/5/2021).

"Peluncuran roket dan mortir tanpa pandang bulu ke pusat-pusat populasi Israel tidak dapat diterima," tambahnya.

Pasukan Israel dan Palestina terlibat baku tembak pada Selasa (11/5) yang menewaskan sedikitnya 30 orang, dalam peningkatan ketegangan yang dipicu oleh kerusuhan di Yerusalem.

"Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang bekerja dengan semua pihak terkait untuk segera meredakan situasi," kata Guterres.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memperingatkan Hamas usai dua wanita Israel tewas karena serangan roket. Benjamin mengancam menambah serangan ke Gaza, Palestina.

"Sejak kemarin, tentara (Israel) telah melakukan ratusan serangan terhadap Hamas di Gaza dan kami akan lebih meningkatkan kekuatan serangan kami," kata Netanyahu dalam sebuah video rilis dilansir dari AFP, Selasa (11/5).

Netanyahu mengaku akan menumpas Hamas. Dia juga berduka dua warganya tewas.

"Kami menyesalkan kematian dua wanita Israel dan saya meminta Anda untuk menghormati instruksi keamanan," ucapnya.

(rfs/rfs)