Kapal AS Lepas 30 Tembakan Peringatan ke Kapal Iran di Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 10:45 WIB
In this image provided by the U.S. Navy, an Iranian Islamic Revolutionary Guard Corps Navy (IRGCN) fast in-shore attack craft (FIAC), a type of speedboat armed with machine guns, speeds near U.S. naval vessels transiting the Strait of Hormuz, Monday, May 10, 2021. U.S. officials say a group of 13 armed speedboats of Iran’s Revolutionary Guard made “unsafe and unprofessional” high-speed maneuvers toward U.S. Navy vessels in the Strait of Hormuz on Monday. A U.S. Coast Guard cutter fired warning shots when two of the Iranian boats came dangerously close. (U.S. Navy via AP)
Kapal serbu cepat milik Iran melakukan manuver tidak aman di dekat kapal-kapal militer AS di Selat Hormuz pada Senin (10/5) waktu setempat (U.S. Navy via AP)
Washington DC -

Insiden terjadi antara kapal militer Amerika Serikat (AS) dengan kapal Iran di perairan Selat Hormuz, awal pekan ini. Kapal militer AS sampai melepaskan 30 tembakan peringatan ke arah belasan kapal serbu cepat Iran yang berlayar terlalu dekat dengan sebuah kapal selam AS dan kapal lain yang mendampinginya.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (11/5/2021), insiden semacam ini merupakan insiden kedua yang terjadi antara AS dan Iran dalam dua pekan terakhir. Bulan lalu, kapal militer AS juga melepaskan tembakan peringatan setelah kapal Iran melakukan perilaku tidak aman dan agresif.

Disebutkan juru bicara Pentagon, John Kirby, bahwa 13 kapal milik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran mendekati tujuh kapal militer AS dalam kecepatan tinggi. Kapal-kapal Iran itu bahkan berlayar dalam jarak 140 meter dari enam kapal militer AS, termasuk USS Monterey, yang mengawal kapal selam Georgia.

Kirby menyatakan bahwa salah satu kapal perang AS melepaskan 30 tembakan dalam dua berondongan ke arah kapal-kapal Iran itu pada Senin (10/5) waktu setempat, hingga kapal-kapal Iran itu menjauh.

"Menyedihkan bahwa gangguan oleh IRGC-N bukanlah fenomena baru," sebut Kirby merujuk pada Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran.

"Itu tidak aman, tidak profesional. Itu semacam aktivitas yang bisa membuat seseorang luka-luka, dan bisa mengarah pada kesalahan perhitungan di kawasan. Itu tidak menguntungkan kepentingan siapa-siapa," imbuhnya.

Saat ditanya apakah kapal militer AS diperbolehkan menembak langsung kapal Iran dan menenggelamkannya, Kirby menolak untuk menjelaskan lebih lanjut. "Kapal-kapal itu memiliki hak mempertahankan diri dan mereka tahu bagaimana melakukannya," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2