Pertama Kalinya, Iran Akui Mulai Berunding dengan Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 17:38 WIB
Bendera Iran
Ilustrasi (dok. REUTERS/Morteza Nikoubazl)
Teheran -

Otoritas Iran untuk pertama kalinya mengakui secara terang-terangan bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Arab Saudi, rivalnya di kawasan Timur Tengah. Iran mengatakan akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah di antara kedua negara ini.

"Deeskalasi ketegangan antara kedua negara Muslim di kawasan Teluk Persia menjadi kepentingan bagi kedua negara dan kawasan," tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam konferensi pers terbaru seperti dilansir Reuters, Senin (10/5/2021).

Khatibzadeh menyatakan bahwa Iran sedang menunggu hasil pembicaraan tersebut. "Kami menyambut baik penyelesaian masalah yang ada di antara kedua negara ... Kami akan mengerahkan upaya terbaik kami dalam hal ini," tegasnya.

Pada Jumat (7/5) lalu, Kepala Perencanaan Kebijakan pada Kementerian Luar Negeri Saudi, Duta Besar Rayed Krimly, dalam wawancara eksklusif dengan Reuters mengakui bahwa pembicaraan langsung tengah digelar antara Saudi dan Iran, yang selama ini bermusuhan.

Disebutkan Krimly bahwa perundingan kedua negara bertujuan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Komentar dari Krimly itu menjadi konfirmasi publik pertama dari Saudi bahwa kedua negara yang memutuskan hubungan sejak tahun 2016 itu menggelar pembicaraan langsung. Namun Krimly juga menyatakan masih terlalu dini untuk menilai hasilnya dan menegaskan Saudi ingin melihat 'perbuatan yang dapat diverifikasi' dari Iran.

Diketahui bahwa Saudi dan Iran yang terlibat persaingan sengit untuk dominasi kawasan, telah memutuskan hubungan satu sama lain tahun 2016 setelah demonstran Iran menyerang misi diplomatik Saudi menyusul eksekusi mati seorang ulama Syiah oleh otoritas Saudi.

Selanjutnya
Halaman
1 2