AS Sita Ribuan Senjata Diduga Dikirimkan Iran untuk Houthi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 11:36 WIB
Weapons that the U.S. Navy described as coming from a hidden arms shipment aboard a stateless dhow are seen aboard the guided-missile cruiser USS Monterey on Saturday, May 8, 2021. The U.S. Navy announced Sunday it seized the arms shipment hidden aboard the vessel in the Arabian Sea, the latest-such interdiction by sailors amid the long-running war in Yemen. (U.S. Navy via AP)
Ribuan senjata yang disita Angkatan Laut AS dari sebuah kapal yang diduga berlayar ke Yaman dari Iran (U.S. Navy via AP)
Washington DC -

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menggagalkan pengiriman ribuan senjata yang disembunyikan di dalam sebuah kapal yang berlayar di Laut Arab. Pasokan senjata itu diduga untuk mendukung kelompok pemberontak Houthi yang kini menguasai Yaman.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (10/5/2021), seorang pejabat pertahanan AS menuturkan bahwa penyelidikan awal mendapati kapal tersebut datang dari Iran, yang lagi-lagi mengaitkan Iran dengan tindakan mempersenjatai pemberontak Houthi meskipun ada embargo senjata Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Misi Iran untuk PBB belum memberikan komentarnya. Namun, sebelumnya Iran telah beberapa kali menyangkal tuduhan mempersenjatai pemberontak Houthi.

Pengiriman senjata itu dibongkar oleh kapal militer AS, USS Monterey, dalam operasi di bagian utara Laut Arab dekat Oman dan Pakistan. AS menemukan sejumlah besar senjata berbagai jenis di atas sebuah kapal yang disebut oleh Angkatan Laut AS sebagai kapal dhow -- kapal layar tradisional Timur Tengah -- tak bernegara.

Senjata-senjata, yang terdiri atas senjata serbu, senapan mesin hingga senapan penembak jitu, itu ditemukan disembunyikan di bawah dek atau geladak kapal, dengan kebanyakan dibungkus plastik warna hijau.

Banyaknya senjata yang disita bisa terlihat saat Angkatan Laut AS meletakkannya berjajar di geladak USS Monterey. Disebutkan bahwa Angkatan Laut AS menyita nyaris 3.000 senapan serbu buatan China tipe 56, varian dari Kalashnikov, kemudian ratusan senapan mesin kelas berat dan senapan penembak jitu, juga puluhan rudal anti-tank buatan Rusia yang canggih. Terdapat juga ratusan peluncuran granat roket dan teropong untuk senjata-senjata tersebut.

Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Timur Tengah tidak menyebut asal senjata-senjata itu maupun tujuannya. "Setelah semua kargo ilegal dipindahkan, dhow itu dinilai kelayakannya, dan setelah ditanyai, para awaknya diberi makanan dan minuman sebelum dilepaskan," demikian pernyataan Armada ke-5 Angkatan Laut AS.

Lihat juga Video: Arab Saudi Tawarkan Perdamaian ke Houthi

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2