Kata China Soal Roketnya yang Akan Jatuh Tak Terkendali ke Bumi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 17:27 WIB
(FILES) In this file photo taken on April 29, 2021, a Long March 5B rocket, carrying Chinas Tianhe space station core module, lifts off from the Wenchang Space Launch Center in southern Chinas Hainan province. - China said on May 7, 2021 the risk of damage on Earth from a rocket which fell out of orbit after separating from Beijings space station was
Roket Long March 5B saat membawa modul stasiun luar angkasa China, Tianhe, pada 29 Aprl lalu (dok. AFP/STR)
Beijing -

Otoritas China menegaskan bahwa risiko kerusakan yang dipicu puing roketnya yang jatuh ke Bumi setelah terlepas dari orbit di luar angkasa, sangat rendah. Penegasan ini disampaikan China setelah Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa roket China yang tak terkendali bisa jatuh ke area berpenduduk.

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/5/2021), pakar militer AS memperkirakan puing roket Long March 5B milik China akan jatuh ke permukaan Bumi antara Sabtu (8/5) atau Minggu (9/5). Namun memperingatkan bahwa sulit diprediksi kapan dan di mana roket itu akan jatuh.

Otoritas China berupaya mengecilkan risiko kerusakan yang mungkin dipicu roketnya dalam pernyataan pada Jumat (7/5) waktu setempat.

"Kemungkinan membahayakan aktivitas penerbangan atau (berdampak pada orang-orang dan aktivitas) di daratan sangat rendah," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin.

Ditambahkan Wang bahwa sebagian besar komponen akan hancur saat masuk kembali (re-entry) ke atmosfer Bumi. "(Otoritas China) Akan menginformasikan kepada publik soal situasinya dalam waktu yang tepat," imbuhnya.

China mengucurkan dana miliaran dolar untuk program eksplorasi luar angkasa dalam upaya mendorong status globalnya yang meningkat dan pertumbuhan kekuatan teknologinya, dengan mengikuti jejak AS, Rusia dan Eropa.

Peluncuran modul pertama Tiangong, stasiun luar angkasa China, pada April lalu menjadi tonggak sejarah dalam rencana ambisius China untuk membangun kehadiran manusia secara permanen di luar angkasa.

China pada Maret lalu juga mengungkapkan rencana membangun stasiun luar angkasa Bulan secara terpisah dengan Rusia.

Simak juga 'Detik-detik Roket SpaceX Falcon 9 Luncurkan Satelit Starlink':

[Gambas:Video 20detik]