Corona Global Naik, Australia Bisa Tutup Perbatasan hingga Akhir 2022

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 16:30 WIB
Shoppers wear masks as they walk around a shopping precinct in Sydney, Australia, Sunday, Jan. 3, 2021. Masks have been made mandatory in shopping centers, on public transport, in entertainment venues such as a cinema, and fines will come into effect on Monday as the state government responds to the COVID-19 outbreak on Sydneys northern beaches, which is suspected to have also caused new cases in neighboring Victoria state. (AP Photo/Mark Baker)
Ilustrasi -- Situasi pandemi di Australia (dok. AP Photo/Mark Baker)
Canberra -

Australia kemungkinan masih akan menutup perbatasannya untuk pengunjung asing hingga akhir tahun 2022 mendatang. Kemungkinan ini terjadi saat lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) global memupuskan harapan untuk pembukaan kembali perbatasan dengan segera.

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/5/2021), Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia, Dan Tehan, menyatakan bahwa lonjakan kasus Corona di India menunjukkan larangan masuk dari negara tersebut masih esensial untuk menjaga Australia bebas dari Corona.

Sejak 20 Maret 2020, warga Australia dilarang bepergian ke luar negeri dan pengecualian individual yang sulit didapat diperlukan oleh pengunjung asing untuk masuk ke negara tersebut.

Dalam pernyataan terbaru kepada Sky News, Tehan menyatakan bahwa 'sangat sulit untuk menentukan' kapan perbatasan Australia akan dibuka kembali.

"Tebakan terbaik mungkin pada pertengahan hingga paruh kedua tahun depan," ucap Tehan.

Sebelum pandemi, sekitar 1 juta pengunjung jangka pendek masuk ke Australia setiap bulannya. Angka itu kini hanya mencapai 7.000 pengunjung.

Siapa saja yang ingin masuk ke Australia harus menjalani karantina ketat selama 14 hari di hotel-hotel setempat yang telah ditetapkan pemerintah.

Selanjutnya
Halaman
1 2