Ribuan Orang di Pakistan Hadiri Acara Keagamaan, Banyak yang Tanpa Masker

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 16:54 WIB
The federal government had issued a notice banning mass gatherings commemorating the death of Prophet Mohammads companion and son-in-law Imam, but local negotiations with religious leaders failed Arif ALI AFP
Pemerintah Pakistan telah merilis larangan untuk perkumpulan massa memperingati meninggalnya sahabat dan menantu Nabi Muhammad, Imam Ali (AFP/Arif ALI)
Islamabad -

Ribuan umat Syiah berkumpul di kota Lahore, Pakistan, untuk menghadiri acara keagamaan pada Selasa (4/5) waktu setempat. Banyak dari mereka yang datang tidak memakai masker di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela.

Seperti dilansir AFP, Selasa (4/5/2021), peristiwa ini memicu kekhawatiran setelah situasi serupa disalahkan sebagai penyebab lonjakan kasus Corona berkelanjutan di India, negara tetangga Pakistan.

Pemerintah federal Pakistan telah melarang acara perkumpulan massal untuk memperingati meninggalnya sahabat dan menantu Nabi Muhammad, Imam Ali. Namun negosiasi dengan pemimpin agama setempat gagal mencapai kesepakatan.

Diketahui bahwa sejumlah acara keagamaan yang digelar di India beberapa pekan terakhir, termasuk Kumbh Mela yang dihadiri jutaan orang, dianggap sebagai penyebab melonjaknya kasus Corona di negara tersebut. Pakistan sebagai negara tetangga mengamati situasi di India dengan kecemasan.

"Saya telah menghadiri prosesi ini setiap tahun selama yang saya ingat," tutur Ali Kazmi (28) yang ikut menghadiri acara keagamaan di Lahore ini.

"Mereka berupaya menghentikan seremoni dan prosesi berkabung umat Syiah dengan menggunakan alasan berbeda-beda. Masalah ini (virus Corona) sekarang, sebelum itu adalah masalah keamanan. Itu semuanya hanyalah alasan," sebutnya.

Otoritas setempat memperkirakan ada sekitar 8 ribu hingga 10 ribu jemaah yang hadir.

Tonton juga Video: Aturan Baru CDC soal Tanpa Masker di Luar Ruangan Jika Sudah Vaksin

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2