Kasus Corona Tembus 20 Juta, Oposisi India Serukan Lockdown Nasional

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 14:36 WIB
New Delhi -

Pemimpin oposisi India, Rahul Gandhi, menyerukan lockdown nasional saat total kasus virus Corona (COVID-19) di negara itu telah melampaui 20 juta kasus. Pemerintah India diketahui enggan memberlakukan lockdown nasional karena mengkhawatirkan dampak perekonomiannya.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (4/5/2021), otoritas India melaporkan 357.229 kasus Corona dan 3.449 kematian dalam 24 jam terakhir. Secara keseluruhan, total kasus Corona di India sejauh ini mencapai 20.282.833 kasus dengan 222.408 kematian.

Para pakar medis setempat memperkirakan angka sebenarnya di lapangan jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai 5 hingga 10 kali lipat lebih tinggi dari data resmi.

"GOI tidak memahaminya. Satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran Corona sekarang adalah lockdown total -- dengan perlindungan NYAY (skema upah minimum) untuk mereka yang rentan," cetus Gandhi dalam pernyataannya via Twitter, merujuk pada 'Government of India' atau pemerintah India.

"Kelambanan GOI telah membunuh banyak orang yang tidak bersalah," imbuh Gandhi yang merupakan anggota parlemen India, Lok Sabha, untuk wilayah Wayanad, Kerala.

NYAY merupakan pada skema upah minimum 'Nyuntam Aay Yojana' yang diajukan partai Gandhi kepada parlemen daerah Wayanad. Skema ini menjanjikan upah minimum jaminan sebesar 72 ribu Rupee setahun untuk keluarga-keluarga yang ada di 20 persen strata ekonomi terendah.

Pemerintah Perdana Menteri (PM) Narendra Modi enggan memberlakukan lockdown secara nasional karena mengkhawatirkan dampaknya pada perekonomian. Namun beberapa negara bagian di India telah menerapkan berbagai pembatasan sosial untuk mengendalikan penyebaran Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2