Menlu AS Sebut China Makin Kuat dan Lebih Agresif di Luar Negeri

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 09:38 WIB
US Secretary of State Antony Blinken speaks about US leadership in fighting the global coronavirus disease (COVID-19) pandemic during an event at the State Department in Washington, DC on April 5, 2021. (Photo by ALEXANDER DRAGO / POOL / AFP)
Menlu AS Antony Blinken (Foto: AFP/ALEXANDER DRAGO)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan bahwa China yang semakin kuat sedang menantang tatanan dunia, bertindak "lebih represif" dan "lebih agresif" serta memperluas pengaruhnya.

"Apa yang telah kita saksikan selama beberapa tahun terakhir adalah China bertindak lebih represif di dalam negeri dan lebih agresif di luar negeri. Itu adalah fakta," kata diplomat top Amerika itu dalam sebuah wawancara dengan "60 Minutes" CBS, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/5/2021).

Komentar ini disampaikan Blinken setelah Presiden Joe Biden, dalam pidato pertamanya di depan Kongres pekan lalu, menggarisbawahi bahwa dia tidak mencari konflik dengan Beijing.

Biden mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Presiden China Xi Jinping bahwa dalam persaingan untuk menjadi kekuatan dominan di abad ke-21, "kami menyambut baik persaingan - dan bahwa kami tidak mencari konflik."

Dalam wawancara dengan CBS, Blinken mengatakan China adalah "satu-satunya negara di dunia yang memiliki kapasitas militer, ekonomi, diplomatik untuk merusak atau menantang tatanan berbasis aturan yang sangat kita pedulikan dan bertekad untuk dipertahankan.

"Tapi saya ingin memperjelas tentang sesuatu ... tujuan kita bukanlah untuk mengendalikan China, untuk menahannya, tapi untuk menegakkan tatanan berbasis aturan ini yang ditantang oleh China."

Ketegangan meningkat tajam dengan China selama beberapa tahun terakhir seiring Amerika Serikat juga mempermasalahkan langkah militer Beijing yang tegas dan masalah hak asasi manusia, termasuk apa yang digambarkan Washington sebagai genosida terhadap warga minoritas Uighur di Xinjiang yang sebagian besar Muslim.

Simak juga video 'Jepang-AS Pertegas Aliansi Lawan Pendudukan China di Lautan Indo-Pasifik':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)