Round-Up

Jerit India Kewalahan Hadapi Lonjakan Corona

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 21:52 WIB
A relative of a person who died of COVID-19 is consoled by another during cremation in Jammu, India, Sunday, April 25, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Channi Anand)
Ilustrasi (Foto: AP/Channi Anand)
New Delhi -

India kini berada dalam kondisi kewalahan usai diserang lonjakan kasus harian COVID-19 hingga memecahkan rekor dunia. Kasus harian terus melonjak hingga menyebabkan pasokan oksigen dan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit kian menipis.

Seperti dilansir The Associated Press, Minggu (2/5/2021) per hari Minggu, 2 Mei 2021, India mencatat sedikit penurunan kasus harian sebanyak 392.488, di mana sehari sebelumnya mencapai 401,993 kasus. Sementara itu, kematian dilaporkan juga bertambah 3.689 kasus sehingga total kematian akibat COVID di India menjadi 215.542.

Menurut seorang direktur Rumah Sakit Batra, S C L Gupta, sebanyak 12 pasien COVID-19, termasuk seorang dokter meninggal dunia pada Sabtu (1/5) usai kehabisan pasokan oksigen selama 80 menit.

Lebih lanjut, surat kabar The Times of India melaporkan 16 kematian lainnya di dua rumah sakit di selatan negara bagian Andhra Pradesh, dan enam kematian di rumah sakit Gurgaon, pinggiran New Delhi karena kekurangan oksigen.

Pengadilan Ancam Sanksi untuk Pejabat

Pengadilan di New Delhi, India akan mulai memberlakukan sanksi kepada para pejabat pemerintah yang gagal mengirimkan pasokan oksigen ke banyak rumah sakit usai angka kasus harian melonjak drastis beberapa waktu belakangan.

Sulitnya pemerintah mempertahankan stabilitas pasokan oksigen membuat beberapa otoritas rumah sakit meminta intervensi pengadilan di New Delhi. Mereka meminta pengadilan memberlakukan sanksi kepada para pejabat.

"Ini sudah melampaui batas. Cukup, cukup," kata Pengadilan Tinggi Delhi sembari menambahkan akan mulai menghukum pejabat pemerintah jika pasokan oksigen yang dialokasikan ke rumah sakit tidak dikirim.

"Kami tidak bisa membiarkan orang sekarat," kata Hakim Vipin Sanghi dan Rekha Patil.

Selanjutnya
Halaman
1 2