Hari Buruh di Prancis Diwarnai Bentrok, Polisi Tembak Gas Air Mata

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 22:48 WIB
Peringatan Hari Buruh Internasional dimanfaatkan warga Prancis untuk protes kebijakan Presiden Emmanuel Macron. Kericuhan terjadi dan 88 orang diamankan polisi.
Aksi may day di Prancis ricuh (Foto: Getty Images)
Paris -

Hari buruh di Prancis diwarnai bentrok antara massa dengan polisi. Gas air mata terpaksa ditembakkan polisi ke arah massa.

Sebuah sumber polisi mengatakan kepada AFP, sebanyak 34 orang ditahan karena bentrokan ini. Beberapa pengunjuk rasa menghancurkan jendela-jendela bank.

Selain itu, massa, kata sumber AFP, membakar sejumlah tempat sampah umum. Massa juga melempar proyektil ke arah polisi yang dibalas dengan tembakan gas air mata.

Seorang jurnalis AFP, melihat adanya polisi yang terluka hingga dievakuasi oleh rekan-rekannya.

Serikat buruh Prancis (CGT) mengklaim ada 300 aksi unjuk rasa di seluruh Prancis hari ini. 100 ribu demonstran diduga terlibat demonstrasi besar tersebut.

Sejumlah massa membawa karton yang berisikan tuntutan protes. Mereka menuntut jam malam di Prancis diakhiri serta penghentian reformasi pengangguran yang akan mulai berlaku pada Juli ini.

Bentrokan juga terjadi di Lyon. Ada 5 pengunjuk rasa yang ditahan.

"Ada begitu banyak motivasi untuk pemberontakan terhadap yang disebut reformasi yang akan merenggut kemampuan orang untuk hidup, pencari kerja yang akan kehilangan manfaatnya," kata pengunjuk rasa Patricia.

"Kami benar-benar perlu mengekspresikan diri," katanya.

(isa/isa)