90 Orang Ditemukan Berdesakan di Rumah di AS, Diduga Penyelundupan Manusia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 12:24 WIB
An armed French policeman secures the scene at the raid zone in Saint-Denis, near Paris, France, November 18, 2015 to catch fugitives from Friday nights deadly attacks in the French capital. REUTERS/Benoit Tessier
ilustrasi (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta -

Lebih dari 90 orang ditemukan berdesakan di sebuah rumah di barat daya Houston, Amerika Serikat. Rumah itu dicurigai penyidik sebagai bagian dari operasi penyelundupan manusia.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (1/5/2021), Wakil Kepala Polisi Daryn Edwards mengatakan, petugas polisi awalnya menindaklanjuti surat perintah penggeledahan di rumah tersebut setelah seseorang menelepon polisi pada Kamis (29/4) malam waktu setempat untuk melaporkan adanya orang yang dikurung di rumah tersebut.

Sebuah tim taktik khusus memasuki rumah itu, kata Edwards, dan menemukan sekelompok besar orang dewasa yang berkumpul - lima wanita dan sisanya pria. Orang-orang tersebut mengatakan kepada pihak berwenang bahwa mereka sudah lama tidak makan.

"Itu adalah kejutan besar ketika kami masuk ke rumah dan melihat apa yang kami lihat," kata Edwards.

Petugas darurat mengenakan APD sebelum memasuki rumah, tempat lebih dari 90 imigran tidak berdokumen itu ditemukan.

Edwards mengatakan, petugas meminta dilakukan pengujian Corona pada mereka setelah beberapa orang di antaranya mengeluhkan kemungkinan gejala COVID-19, termasuk demam dan hilangnya penciuman dan rasa. Siapa pun yang hasil tesnya positif kemungkinan akan dikarantina.

Edwards mengatakan belum ada penangkapan yang dilakukan dalam kasus tersebut. Dia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

(ita/ita)