Corona Mengganas, Partai Penguasa India Akui Bertanggung Jawab

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 10:02 WIB
A relative of a person who died of COVID-19 is consoled by another during cremation in Jammu, India, Sunday, April 25, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Channi Anand)
Warga India yang kerabatnya meninggal akibat Corona tak kuasa menahan kesedihan saat proses kremasi (dok. AP/Channi Anand)
New Delhi -

Partai berkuasa di India, Partai Bharatiya Janata (BJP), yang menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, mengaku bertanggung jawab atas lonjakan ganas kasus virus Corona (COVID-19) dalam beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir CNN, Jumat (30/4/2021), hal tersebut disampaikan juru bicara BJP, Narendra Taneja, dalam wawancara dengan wartawan senior CNN, Christiane Amanpour, pada Kamis (29/4) waktu setempat.

"Kami berkuasa, kami merupakan pemerintah di India jadi tentu saja tanggung jawab yang pertama dan terutama menjadi milik kami, baik atau buruk, apapun itu. Ini menjadi tanggung jawab kami dan kami berusaha sebaik mungkin," tegas Taneja dalam wawancara tersebut.

Namun Taneja juga berargumen bahwa krisis yang kini terjadi tidak bisa diperkirakan. "Banyak orang mengatakan bahwa ... kami mengetahuinya pada Februari. Pada saat itu, para ilmuwan dan dokter kurang lebih memiliki pandangan yang sama," sebutnya.

"Ternyata ada sesuatu yang salah, ternyata kami dilanda sebuah tsunami, dan seperti yang Anda ketahui, Anda seringkali tidak menyadari. Dalam kebanyakan kasus, 80-90 persen alasannya bisa jadi eksternal. Kami tidak tahu. Kami tidak ingin menyalahkan siapapun. Kami tahu kami berkuasa, kami bertanggung jawab.. fokus kami sekarang adalah bagaimana kami bisa menyelamatkan nyawa," jelas Taneja kepada Amanpour.

India kini tengah mengalami salah satu wabah Corona terburuk di dunia, dengan pada Kamis (29/4) waktu setempat, negara itu kembali mencetak rekor tertinggi dengan melaporkan 379.257 kasus Corona dan 3.645 kematian dalam 24 jam terakhir.

Total kasus Corona di India sejauh ini mencapai 18,38 juta kasus -- tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dengan 32,3 juta kasus. Sedangkan total kematian akibat Corona di India mencapai 204.832 kematian. Para pakar mencurigai jumlah kasus dan kematian yang sebenarnya jauh lebih tinggi.