Brasil Sebut Vaksin Corona Buatan Rusia Mengandung Virus Hidup

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 09:16 WIB
Tunggu Persetujuan EMA, Jerman Siap Beli Vaksin Sputnik V dari Rusia
Ilustrasi (dok. DW News)
Brasilia -

Regulator kesehatan Brasil mengungkapkan bahwa pasokan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Rusia, Sputnik V, yang dikirimkan ke wilayahnya mengandung versi hidup dari virus penyebab flu biasa. Hal ini disampaikan saat otoritas Brasil menjelaskan alasan untuk melarang impor vaksin Rusia.

Seperti dilansir AFP, Kamis (29/4/2021), pakar virologi terkemuka, Angela Rasmusen, menuturkan kepada AFP bahwa temuan Brasil itu 'menimbulkan pertanyaan soal integritas proses produksi' dan bisa memicu masalah keselamatan bagi orang-orang dengan sistem imun lebih lemah, jika persoalan ditemukan meluas.

Institut Gamaleya di Rusia, yang mengembangkan vaksin Sputnik V, menyangkal laporan tersebut.

Persoalan ini berpusat di sekitar 'vektor adenovirus', yakni sebuah virus yang biasanya memicu penyakit pernapasan ringan tapi dalam vaksin dimodifikasi secara genetik agar tidak bisa melakukan replikasi, dan diatur untuk membawa instruksi DNA bagi sel manusia untuk mengembangkan spike protein virus Corona. Ini akan melatih sistem manusia untuk bersiap jika nantinya menghadapi virus Corona yang sesungguhnya.

Vaksin Sputnik V menggunakan dua vektor adenovirus untuk mencapai tugas ini, yakni adenovirus tipe 26 (Ad26) untuk suntikan pertama dan adenovirus tipe 5 (Ad5) untuk suntikan kedua.

Menurut dokumen yang diunggah online, para ilmuwan di Anvisa -- regulator kesehatan Brasil -- menyatakan mereka menguji sampel suntikan penguat (booster shot) dan menemukan bahwa itu 'mampu melakukan replikasi', yang berarti begitu itu masuk ke dalam tubuh, adenovirus bisa terus memperbanyak diri.

Para ilmuwan menambahkan bahwa hal ini kemungkinan terjadi karena ada masalah produksi yang disebut 'rekombinasi', di mana adenovirus yang dimodifikasi telah mendapatkan kembali gen yang diperlukan untuk melakukan replikasi saat sedang tumbuh di dalam sel manusia yang direkayasa di laboratorium.

Simak Video: Brasil Tolak Vaksin Corona Sputnik, Rusia: Mungkin Motif Politik

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2