ADVERTISEMENT

Turki Marah ke AS Usai Biden Akui Genosida Armenia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 12:38 WIB

Erdogan secara hati-hati menyampaikan komentar soal keputusan AS itu. Dalam pesan kepada patriarki Armenia di Istanbul, Erdogan menuduh 'pihak ketiga' berupaya mempolitisasi isu yang menjadi perdebatan sejak lama.

"Tidak ada yang diuntungkan dari perdebatan ini -- yang seharusnya dilakukan oleh para sejarawan -- dipolitisasi oleh pihak ketiga dan menjadi alat campur tangan di negara kita," sebut Erdogan.

Dalam pernyataan yang bernada lebih damai, Erdogan menyatakan Turki 'siap mengembangkan hubungan dengan Armenia didasarkan pada situasi yang baik dan saling menghormati'.

Namun pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki memberikan reaksi lebih keras. "Kami menolak dan mengecam secara tegas pernyataan Presiden AS terkait peristiwa tahun 1915 yang disampaikan di bahwa tekanan lingkaran Armenia radikal dan kelompok anti-Turki," demikian pernyataan keras dari Kementerian Luar Negeri Turki.

"Jelas bahwa pernyataan yang disampaikan tidak memiliki dasar ilmiah dan hukum, juga tidak didukung oleh bukti apapun," imbuh pernyataan tersebut.

Armenia, yang didukung banyak sejarawan dan akademisi, menyatakan 1,5 juta rakyat mereka tewas dalam genosida yang terjadi di bawah Kekaisaran Ottoman, yang saat itu memerangi Tsar Rusia di area-area yang mencakup Armenia saat ini.

Turki menerima bahwa baik orang Armenia dan Turki tewas dalam jumlah besar selama Perang Dunia I, namun secara tegas menyangkal ada kebijakan genosida yang disengaja -- istilah yang saat itu belum didefinisikan secara hukum. Turki menyebut korban tewas di kalangan orang Armenia mencapai sekitar 300 ribu orang.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT