Corona di India Menggila, AS hingga Inggris Kirim Bantuan Medis

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 09:14 WIB
Covid-19 di India: Para ilmuwan mengatakan negara itu telah mencapai puncak pandemi virus corona namun peringatkan peningkatan bisa terjadi lagi
Ilustrasi -- Situasi pandemi di India (dok. BBC World)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS), Inggris dan Jerman akan mengirimkan pasokan bantuan medis kepada India yang tengah berjuang menghadapi lonjakan drastis kasus virus Corona (COVID-19).

India kembali mencetak rekor dengan melaporkan 349.691 kasus Corona dalam sehari pada Minggu (25/4) waktu setempat, dengan 2.767 kematian. Banyak rumah sakit di India yang kekurangan tempat tidur untuk pasien, pasokan oksigen dan obat-obatan.

Seperti dilansir AFP, Senin (26/4/2021), Presiden Joe Biden menyatakan AS 'bertekad untuk membantu India pada saat dibutuhkan'. Gedung Putih menyatakan AS akan 'segera' menyalurkan berbagai pasokan, mulai dari material untuk membuat vaksin, hingga perlengkapan terapi, tes Corona, ventilator dan alat pelindung diri (APD), ke wilayah India.

"Amerika Serikat telah mengidentifikasi sumber-sumber material mentah spesifik yang dibutuhkan secara mendesak untuk produksi vaksin Covishield di India, yang akan segera tersedia untuk India," demikian pernyataan Gedung Putih merujuk pada versi vaksin AstraZeneca yang diproduksi di India.

Pada Minggu (25/4) waktu setempat, Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menuturkan bahwa Inggris mengirimkan peralatan medis untuk menyelamatkan nyawa ke India. Bantuan medis yang dikirimkan Inggris mencakup ventilator dan konsentrator oksigen.

Disebutkan bahwa Inggris akan mengirimkan lebih dari 600 unit peralatan medis itu ke New Delhi, setelah menerima permintaan dari otoritas India. PM Johnson menegaskan Inggris bertekad melakukan 'semua hal yang bisa dilakukan' untuk membantu.

"Kita bersama-sama dengan India sebagai teman dan mitra selama masa-masa yang mengkhawatirkan dalam perang melawan COVID-19," ucap PM Johnson dalam pernyataannya.

Simak juga video 'Malapetaka Corona Tak Kunjung Berlalu, New Delhi Perpanjang Lockdown':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2