Netanyahu Serukan Semua Pihak Tenang Usai Bentrokan di Yerusalem

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 00:00 WIB
Yerusalem -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyerukan semua pihak tenang setelah beberapa malam bentrokan di Yerusalem. Setidaknya, ratusan orang terluka dalam bentrok itu.

"Pertama-tama kami ingin memastikan bahwa hukum dan ketertiban dihormati...sekarang kami menuntut kepatuhan terhadap hukum dan saya menyerukan agar semua pihak tenang," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Sabtu (24/4/2021).

Ketegangan telah memuncak di Yerusalem atas larangan pertemuan, dan serangkaian video yang di-posting menunjukkan pemuda Arab menyerang Yahudi ultra-Ortodoks, dan ekstremis Yahudi turun ke jalan untuk menindas orang Arab.

Pada Kamis (22/4), sedikitnya 125 orang terluka ketika pengunjuk rasa Palestina, yang marah dengan teriakan 'kematian orang Arab' dari demonstran Yahudi sayap kanan, bentrok pun terjadi berulang kali dengan polisi.

Bentrokan terjadi lagi pada Jumat (23/4), ketika puluhan ribu jemaah Muslim meninggalkan Masjid Al-Aqsa yang dihormati di Yerusalem setelah salat malam dan menemukan diri mereka dihadapkan oleh puluhan polisi bersenjata, beberapa dengan menunggang kuda.

Pada pertemuan keamanan, Netanyahu bertemu dengan para pejabat tinggi termasuk panglima militer Aviv Kohavi, dan juga membahas tembakan roket berulang kali dari Jalur Gaza ke Israel yang dimulai sebelum tengah malam Jumat hingga Sabtu.

Tank-tank Israel menembaki Gaza sebagai tanggapan dan melancarkan serangan udara di daerah kantong pantai yang diblokade dan dikendalikan oleh kelompok militan Muslim Hamas setelah lebih banyak roket ditembakkan.

Tentara Israel mengatakan 36 roket yang ditembakkan ke Israel dicegat atau menghantam tanah terbuka. Dikatakan serangan udara menyerang sasaran militer Hamas serta infrastruktur bawah tanah dan peluncur roket.

"Mengenai Jalur Gaza, saya memberikan instruksi bahwa kami bersiap untuk semua skenario," kata Netanyahu.

(rfs/rfs)