Inggris Catat 32 Kematian Akibat Pembekuan Darah Usai Divaksin AstraZeneca

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 10:14 WIB
BPOM Uni Eropa: Vaksin AstraZeneca Tak Sebabkan Pengentalan Darah
Ilustrasi (dok. DW News)
London -

Otoritas Inggris melaporkan bahwa total 168 orang mengalami kasus pembekuan darah yang langka setelah menerima suntikan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan AstraZeneca. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 32 orang meninggal dunia.

Seperti dilansir AFP, Jumat (23/4/2021), data tersebut dilaporkan oleh regulator obat-obatan Inggris, Badan Regulator Produk Obat-obatan dan Kesehatan (MHRA), dalam pernyataan pada Kamis (22/4) waktu setempat.

MHRA menyatakan bahwa jumlah kasus pembekuan darah atau yang disebut sebagai 'peristiwa tromboemboli' itu tercatat hingga 14 April, saat sekitar 21,2 juta orang di Inggris telah menerima suntikan pertama vaksin Corona.

Angka itu menunjukkan peningkatan 10 kematian dibandingkan periode hingga 5 April, dan menunjukkan adanya tambahan 68 kasus.

"Berdasarkan kajian yang sedang berlangsung, sarannya tetap bahwa manfaat vaksin lebih besar dari risikonya pada kebanyakan orang," tegas MHRA.

Bertindak atas saran regulator, pemerintah Inggris pada bulan ini sepakat untuk menawarkan alternatif vaksin AstraZeneca bagi orang-orang yang berusia di bawah 30 tahun, jika dimungkinkan, karena kekhawatiran pembekuan darah.

Dari 168 kasus yang tercatat sejauh ini, trombosis sinus vena serebral (CVST) atau pembekuan darah di otak dilaporkan terjadi pada 77 kasus di antaranya, dengan usia rata-rata 47 tahun.

Lihat juga Video: Australia Laporkan Kematian Pertama Akibat Vaksin AstraZeneca

[Gambas:Video 20detik]