3 Roket Hantam Pangkalan Militer AS di Baghdad

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 05:44 WIB
FILE - in this Feb. 13, 2018 file photo, an Iraqi army soldier stand guard near a U.S.- made Iraqi Air Force F-16 fighter jet at the Balad Air Base, Iraq. Iraqi security officials said on Jan. 12, 2020, four members of Iraqs military have been wounded by a rocket attack targeting Balad Air Base, an air base just north of Baghdad. American trainers and a company that services F-16 aircraft are present at that base. Sundays attack by at least six rockets came just days after Iran fired ballistic missiles at two bases in Iraq housing U.S. forces, causing no casualties. (AP Photo/Khalid Mohammed, File)
Ilustrasi-panghkalan militer AS (Foto: AP Photo/Khalid Mohammed, File)
Baghdad -

Tiga roket menghantam sebuah pangkalan di bandara Baghdad, Irak yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Jumat waktu setempat. Serangan itu melukai seorang tentara Irak.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/4/2021), salah satu sumber keamanan mengatakan proyektil menghantam bagian pangkalan udara yang diduduki oleh pasukan Irak yang berbagi pangkalan dengan tentara AS.

Serangan ini adalah kedua kalinya terhadap kepentingan-kepentingan AS di Irak dalam waktu kurang dari seminggu. Pada Minggu lalu, lima roket menargetkan pangkalan udara lain di utara ibu kota. Dalam serangan itu tiga tentara Irak dan dua kontraktor asing mengalami luka.

Belum ada klaim tanggung jawab langsung atas serangan itu. Namun Washington selalu menyalahkan kelompok politik Irak yang terkait dengan Iran atas serangan serupa terhadap pasukan dan diplomatnya.

Serangan ini merupakan ke-23 terhadap kepentingan-kepentingan Amerika sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada Januari lalu. Dua orang Amerika dan seorang warga sipil Irak tewas dalam serangan itu.

Seorang warga sipil Irak yang bekerja untuk sebuah perusahaan yang memelihara jet tempur AS untuk angkatan udara Irak juga terluka.

Operasi tersebut terkadang diklaim oleh kelompok tidak jelas yang menurut para ahli merupakan tabir asap bagi organisasi yang didukung Iran yang telah lama berada di Irak.

Qais al-Khazali, seorang tokoh senior pro-Iran dalam pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi, baru-baru ini menyatakan 'perlawanan' sedang melakukan serangan dan akan meningkatkannya "kecuali AS menarik semua pasukan tempurnya dari seberang Irak," katanya.

Tonton juga Video: Gagal Lagi, Roket Starship 11 SpaceX Meledak Saat Pendaratan

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)