Rusia Tangkap 1.400 Orang dalam Aksi Demo Dukung Alexei Navalny

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 13:32 WIB
Police officers detain a man dressed in a horned, fur hat, and holding Russian flag during a protest against the jailing of opposition leader Alexei Navalny in Moscow, Russia, Saturday, Jan. 23, 2021. Russian police on Saturday arrested hundreds of protesters who took to the streets in temperatures as low as minus-50 C (minus-58 F) to demand the release of Alexei Navalny, the countrys top opposition figure. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Foto: AP/Pavel Golovkin

Kondisi kesehatan politikus berusia 44 tahun ini menurun drastis di dalam penjara, setelah dia melakukan aksi mogok makan selama tiga pekan. Aksi ini dilakukan demi menuntut perawatan medis yang layak terhadap sakit punggung parah dan mati rasa yang dialaminya di dalam penjara.

Tim medis Navalnya pada akhir pekan lalu menuturkan bahwa hasil tes darah menunjukkan level potassium dan creatinine yang tinggi, yang mengindikasikan Navalny bisa mengalami gangguan ginjal dan berisiko terkena serangan jantung.

Awal pekan ini, tim medis termasuk dokter pribadi Navalny tidak diizinkan untuk menemuinya setelah dia dipindahkan ke rumah sakit penjara. Dinas Penjara Rusia bersikeras menyatakan kondisi Navalny 'memuaskan'.

Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan bahwa Rusia akan menghadapi 'konsekuensi' jika Navalny meninggal dunia.


(nvc/ita)