Polisi AS Tembak Mati Gadis Kulit Hitam di Ohio

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 16:35 WIB
An armed French policeman secures the scene at the raid zone in Saint-Denis, near Paris, France, November 18, 2015 to catch fugitives from Friday nights deadly attacks in the French capital. REUTERS/Benoit Tessier
ilustrasi (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta -

Polisi di negara bagian Ohio, Amerika Serikat menembak mati seorang gadis kulit hitam, yang tampaknya menerjang orang lain dengan pisau. Ini terjadi kurang dari satu jam sebelum mantan perwira polisi Derek Chauvin divonis bersalah karena membunuh George Floyd.

Penembakan itu terjadi di tengah meningkatnya kemarahan publik terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi di Amerika Serikat, dan memicu aksi protes di kota Columbus.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/4/2021), Kepala Polisi kota Columbus, Michael Woods mengatakan petugas menanggapi panggilan darurat 911 tentang gangguan pada Selasa (20/4) sekitar pukul 16.30 waktu setempat dari seseorang yang takut ditikam.

Polisi juga merilis sebagian rekaman dari kamera tubuh (body camera) yang dikenakan oleh petugas yang menembak remaja putri tersebut. Layanan Anak Franklin County mengidentifikasi korban sebagai Ma'Khia Bryant, berumur 16 tahun.

"Kami pikir penting untuk berbagi dengan komunitas, untuk transparan tentang kejadian ini, agar mereka memiliki jawaban yang bisa kami berikan malam ini," kata Woods.

Video tersebut menunjukkan petugas polisi tiba di tempat kejadian selama keributan, dengan kerumunan kecil penonton. Seorang gadis remaja terlihat menerjang gadis lainnya dengan apa yang tampak seperti pisau, ketika tembakan terdengar dan gadis itu pun jatuh ke tanah.

Petugas tersebut kemudian terlihat melempar pisau dari gadis itu.

Wali Kota Columbus Andrew Ginther mengatakan kematian gadis itu adalah "situasi yang mengerikan dan memilukan."

Dia menyebutnya sebagai "hari yang tragis di kota Columbus," dan meminta masyarakat kotanya untuk mendoakan keluarga remaja itu.

Ginther mengatakan petugas polisi dalam video itu, yang namanya belum dirilis, "mengambil tindakan untuk melindungi gadis muda lain di komunitas kita."

Simak juga 'Lagi-lagi Penembakan Terjadi di AS, Satu Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)